"Saya mendukung muncul figur-figur baru untuk pencapresan, sehingga capres yang akan muncul jangan hanya 4L (loe lagi loe lagi). Saya juga berharap nantinya rakyat punya pilihan yang bervariasi," ujar politisi PKS, Indra, dalam keterangan tertulisnya yang diterima
Rakyat Merdeka Online, Senin (3/12).
Jelas anggota komisi III ini, dengan munculnya nama-nama baru di bursa capres maka rakyat jadu punya pilihan yang bervariasi. Untuk memperkuat komitmen itu, katanya, maka RUU Pilpres yang sedang digodok di Baleg DPR RI harus merubah ketentuan presidential treshold dari 20% menjadi 3,5 %. Angka 3,5% juga sejalan dengan parlementry treshold.
Terkait dengang pencapresan, PKS ungkap Indra, tidak akan buru-buru memunculkan nama capres-cawapres definitif. PKS masih melakukan konsolidasi di internal, baru kemudian memunculkan capres-cawapres.
"Sejauh ini PKS sedang menyiapkan langkah. Kriteria sudah, sekarang sedang dibuat mekanisme agar tokoh terbaik, internal dan eksternal partai bisa dibahas bersama," kata Indra yang juga anggota Baleg ini.
Lanjut Indra, PKS punya banyak stok yang layak diajukan untuk capres-cawapres, namun keputusannya akan ditentukan oleh Majelis Syuro PKS. Dan akan ditentukan dari perolehan suara dalam pemilu legislatif dan melihat peta poltik yang berkembang.
"PKS masih terus melakukan penjaringan dan mengumpulkan masukan kader, simpatisan dan elemen masyarakat luas," pungkas Indra.
[dem]
BERITA TERKAIT: