Presiden SBY menegaskan, kemajemukan dan kekayaan bawaan harus dijadikan sebagai modal penting membangun demokrasi. Hal ini penting mengingat pengalaman membangun demokrasi di tengah kemajemukan tidaklah mudah.
Demikian dikatakan Presiden SBY dalam pidato puncak penutupan acara World Peace Forum (WPF) ke-4, di Istana Bogor, yang diselenggarakan oleh PP Muhammadiyah, CDCC, dan Yayasan Cheng Ho, Minggu (25/11).
Menurut Presiden, keragaman dan kekayaan bawaan dapat menjadi berkah dan itu menjadi jalan membangun demokrasi. Tapi, katanya, jika hal itu tidak dikelola dengan baik maka akan menjadi sumber konflik. "Banyak kekerasan dan perpecahan melanda negara-negara di dunia karena tidak dapat mengelola keragaman dan budaya identitas. Karena itu, kita harus terus menjaga, memupuk dan mengembangkan demokrasi berbasis multikultural," ujar presiden.
Di bagian lain, SBY juga mengatakan bahwa semua pihak harus menerima kemajemukan dan perbedaan. Belum lulus suatu masyarakat, ujarnya, jika belum mampu menerima perbedaan dan keragaman.
Presiden SBY juga mengapresiasi inisiatif kegiatan WPF yang diprakarsai Muhammadiyah ini. Tak lupa, SBY menyampaikan Selamat Milad Akbar Muhammadiyah Satu Abad yang digelar pekan lalu. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: