Wakil ketua MPR Hajriyanto Y. Thohari mengatakan, globalisasi melahirkan dua kecenderungan. Kedua kecenderungan itu adalah universalisme yang menghendaki semua bangsa memiliki cara berpikir dan budaya yang sama.
"Selain itu, globalisasi juga melahirkan pandangan multikulturalisme bahwa setiap bangsa mempunyai cara pandang yang berbeda-beda yang harus dihormati," jelasnya saat menyampaikan pidato utama dalam pembukaan World Peace Forum (WPF) ke-4 di Novotel, Bogor, Jumat (23/11).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh PP Muhammadiyah, CDCC, dan Yayasan Cheng Ho, 23-25/11.
Oleh karena itu, lanjut Hajriyanto, kita perlu membangun dan mengembangkan demokrasi multikultural, dimana setiap suku dan agama bisa hidup di dalam alam demokrasi yang menghargai setiap keunikan budaya, cara pandang masing-masing.
Hal ini penting karena perdamaian itu akan terwujud melalui sikap saling menghormati keragaman yang ada. "Ini sesuai dengan filosofi dan empat fondasi bangsa, yakni Pancasila, UUD NRI '45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI," pungkasnya. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: