Dalam Yonif ini terdapat 448 personel TNI dengan luas sebesar 53 hektare.
Kunjungan Sjafrie, bertujuan untuk menyoroti pembangunan pangkalan, kesiapan operasional satuan baru, serta program ketahanan pangan yang tengah dikembangkan prajurit di daerah.
Menhan juga menegaskan pentingnya memastikan kesiapan satuan-satuan baru agar mampu mendukung tugas pertahanan negara secara optimal.
Di hadapan para prajurit, Menhan juga menekankan percepatan penataan fasilitas pangkalan, peningkatan kualitas pembinaan prajurit, dan penguatan manajemen satuan serta meminta agar seluruh temuan terkait kondisi bangunan dan lingkungan dilaporkan resmi untuk ditindaklanjuti, termasuk pembangunan fasilitas latihan seperti area tembak dan sarana pembinaan fisik.
Salah satu yang jadi sorotan soal program ketahanan pangan yang dikelola prajurit di lahan satuan menjadi sorotan utama. Peternakan, perikanan, dan pertanian dinilai berjalan baik serta mampu memperkuat kemandirian satuan.
“Ketahanan pangan bukan hanya untuk logistik satuan, tetapi juga untuk membangun kemandirian dan mental bertani prajurit. Kelola dengan cerdas, fokus pada yang cepat dan efektif,” ujar Menhan dalam keterangan resmi.
Kepada para prajurit, Menhan menerapkan tiga poin utama: disiplin, profesionalisme, dan kekompakan.
“Kalian adalah generasi pertama yang membangun reputasi batalyon ini. Jaga kehormatan satuan dengan bekerja keras, menjaga fisik, dan terus belajar,” kata Menhan.
Tidak lupa, sebagai bentuk membangun jiwa ksatria, Menhan makan siang bersama dengan seluruh prajurit di aula batalyon.
BERITA TERKAIT: