Paham kekerasan tersebut bukanlah jalan Tuhan, melainkan kampanye menyesatkan yang dilakukan pentolan teroris.
"Tempat suci Masjid Nabawi di Madinah al Munawwarah dan dua kota lain di Arab Saudi yakni, Jeddah, dan Qatif, sudah menjadi sasaran aksi teror di bulan suci Ramadhan. Sungguh sulit untuk diterima akal sehat, mengapa tempat suci umat Islam pun tak luput dari aksi keji ini,†ujar politisi PDI Perjuangan, Said Abdullah, kepada wartawan, Kamis (7/7).
Menurutnya, aksi teror menjelang berakhirnya Ramadhan, baik di Arab Saudi maupun di Surakarta Jawa Tengah, meneguhkan pandangan bahwa terorisme adalah musuh bersama agama dan kemanusiaan. Dunia Islam pun menjadi korban.
Untuk itu, kerjasama internasional yang solid dalam memerangi kejahatan global itu sangat diperlukan. Aksi teror yang masif ini bukan lagi menjadi urusan Indonesia tetapi harus menjadi keprihatinan dunia.
Harus ada gerakan nyata dan sudah tidak cukup hanya dengan kutukan demi kutukan,†tambahnya.
Dia juga berpandangan, pendekatan keadilan politik dan ekonomi harus menjadi cara membasmi aksi terorisme. Kegagalan mengelola keberagaman juga jadi akar terjadi teror demi teror di Bangladesh, Irak, Pakistan dan Saudi Arabia.
"Ujung dari semua ini adalah ketidakadilan politik, ekonomi dan mampatnya keberagaman," pungkas politisi asal Sumenep Madura ini.
[ald]
BERITA TERKAIT: