Satgas Pamrahwan Beri Penyuluhan HIV/AIDS Di Papua

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 06 Juni 2016, 15:28 WIB
Satgas Pamrahwan Beri Penyuluhan HIV/AIDS Di Papua
foto :puspen tni
Kecil Besar
rmol news logo Sebagai upaya membantu program pemerintah dalam rangka menekan laju penularan HIV (Human Immunodeficiency Virus) AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di Papua, khususnya Kabupaten Puncak Jaya, prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pamrahwan (Pengamanan Daerah Rawan) Yonif Raider 509/Kostrad menggelar penyuluhan dan skrining test HIV/AIDS.

Dansatgas Pamrahwan Letkol Inf Beny Setiyanto di sela-sela penyuluhan menyampaikan bahwa kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Puncak Jaya dan RSUD Mulia. Tujuannya untuk memberikan pengetahuan secara dini kepada siswa-siswi SMA dan SMK Negeri Mulia tentang cara penularan dan akibat dari HIV/AIDS.

"Tidak hanya menggelar penyuluhan, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan pemeriksaan darah skrining Test HIV bagi seluruh siswa-siswi SMA dan SMK Mulia, dengan tujuan jika saja ada siswa-siswi tersebut yang tertular HIV/AIDS dapat dideteksi secara dini dan diberikan pengobatan," kata Letkol Inf Beny Setiyanto.

Menurut Dansatgas Pamrahwan, tugas TNI bukan semata-mata menjaga keutuhan NKRI, tetapi juga membina masyarakat. Sehingga, kehadiran TNI, khususnya Yonif Raider 509 Kostrad di wilayah penugasan Papua dan Papua Barat mulai dari Sorong, Manokwari, Enarotali sampai Puncak Jaya dapat bermanfaat banyak dan benar-benar dirasakan bagi masyarakat.

"Kegiatan seperti ini merupakan salah satu wujud pengabdian kami kepada masyarakat, karena kami selaku anggota TNI ingin terus berbaur bersama di kalangan masyarakat. TNI adalah tentara rakyat yang berasal dari dan untuk rakyat," jelas Dansatgas.

Sementara itu menurut Kepala Sekolah SMK Mulia, Tobias Arebo, kegiatan seperti ini baru pertama kali diadakan dan sangat bermanfaat bagi siswa-siswi SMK Mulia, di usianya yang merupakan masa pubertas dan telah memasuki masa produktif. Usia para siswa siswi itu yang paling rentan tertular HIV/AIDS.

"Kami sangat berharap banyak melalui kegiatan ini, kesadaran siswa-siswi akan bahaya besar dari penularan HIV/AIDS akan tumbuh yang akhirnya dapat  berimplikasi pada penurunan penyebaran HIV/AIDS di Papua khususnya di Puncak Jaya," ucap Kepsek Tobias.[wid]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA