Kepastian ini disampaikan Ketua Umum Pimpinan Besar NU, Said Aqil Siradj saat konferensi pers di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (8/8).
"Santri-santri pesantren-pesantren NU saya jamin tidak akan ada yang ikut ISIS. Karena dipesantren dan sekolah NU kami selalu junjung tunggi ukhuwah Islamiyah dan juga wathoniyah (kebangsaan). Negara Indonesia ini sudah pas," kata Kiai Said.
Menurut Kiai Said, mengajarkan nilai-nilai keislaman saja dalam dunia pendidikan tidak cukup. Buktinya, di negara-negara seperti Afghanistan dan Somalia yang mayoritas muslim banyak yang perang saudara. Makanya ajaran tentang kebangsaan juga perlu ditanamkan.
"Setahu saya UIN juga sebenarnya sangat ditanamkan bagaimana ukhuwah wathoniyyah itu. Bukan hanya agama Islam saja. Saya yakin mahasiswa UIN itu pasti tidak selesai," ujarnya.
Maka dari itu, ia mengajak seluruh warga NU dan elemen masyarakat Indonesia untuk memberangus gerakan-gerakan yang berpotensi melenceng dari ideologi Pancasila seperti ISIS.
[wid]
BERITA TERKAIT: