Berisiko kecelakaan, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) me-recall sebanyak 3.814 All New Sirion yang diproduksi pada Maret 2011 sampai Maret 2012. Penarikan tersebut, dikarenakan adanya gangguan pada konektor sensor setir di Electric Power Steering (EPS).
Gangguan ini berisiko meÂngÂancam keselamatan para peÂngeÂmudi, karena fungsi kerja kemudi menjadi berkurang, seÂhingga setir menjadi berat terÂutama saat parkir.
Technical Service Division Head ADM Ahmad Syaufi menÂjeÂlasÂkan, kerusakan tersebut akibat terminal korosi, membuat arus lisÂtrik ke moÂtor listrik yang memuÂtar pada setir menjadi berÂkurang.
“Karena arus listrik berkuÂrang, tenaga yang dihasilkan moÂtor tiÂdak kuat memutar setir. KhuÂsusÂnya saat parkir dan itu membaÂhaÂyakan dan menguÂrangi kenyaÂmaÂnan pengemudi,†kata Ahmad dalam acara temu media di JaÂkarta, Rabu (16/1).
Pihak Daihatsu akan mengÂganti semua komponen secara assy (rangÂkaian) mobil jenis small city car ini.
“Penggantian komponen akan menghabiskan dana sekitar Rp 8 juta untuk tiap mobil. PengÂganÂtian tidak dikeÂnaÂkan biaÂya mauÂpun ongkos peÂmaÂsangan saÂma sekali ke konsumen alias gratis,†kata Ahmad.
Menurutnya, kerusakan ESP akan mempengaruhi kenyamaÂnan pengemudi, karena akan mengakibatkan putaran setir berat. Timbulnya karat tersebut, lanjut Ahmad, karena proses assambly ESP terganggu.
“Sistem ini sebenarnya tidak memiliki batasan waktu kapan harus diganti. Umur komponen EPS ini life time, sama dengan umur kendaÂraÂan. Tidak ada paÂtokan kaÂpan komÂÂpoÂnen harus diÂganti,†ujarnya.
Daihatsu mengaku, penarikan ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi rutin dari aktivitas moÂnitoring semua kendaraan mereÂka. Untuk mengganti keruÂsaÂkan tersebut, para pemilik All New Sirion bisa segera mendaftar seÂjak Rabu (16/1). Caranya, mengÂhubungi Call Centre DaiÂhatÂsu pada 0800-1337692 (bebas pulÂsa). Atau langsung ke bengkel resmi Daihatsu terdekat atau Daihatsu Access 500898.
“Setelah mendaftar, akan diÂjadÂwalÂkan dan dicarikan lokasi bengÂkel terdekat dengan pelangÂgan. Untuk waktu pengerjaannya, paling lama dua jam,†jelasnya.
Sayangnya, piÂhak DaiÂhatsu tidak langsung menelepon konÂsuÂmen untuk memberitahu adaÂnya kerusakan di mobil terÂsebut.
Direktur Marketing ADM AmeÂÂÂlia Tjandra menuturkan, recall ini merupakan bentuk tangÂgung jawab perusahaan kepada pelanggannya.
“Sebenarnya beÂlum ada keluhÂan soal potensi korosi di EPS. Ini kami lakukan atas inisiatif dalam rangka preÂvenÂtif dalam membeÂrikan keÂnyaÂmaÂnan terhaÂdap konÂsumen,†kilah Amelia.
Program ini berlangsung selaÂma setahun terhitung dari 1 FebÂruari 2013 hingga 1 Februari 2014. Daihatsu yakin, adanya recall ini tak berpengaruh sigÂniÂfikan pada penjualan Daihatsu secara keseluruhan tahun ini.
“Tahun ini kami menargetkan 180.000 unit dengan pangsa pasar sebesar 15 persen dari penjualan yang ditargetkan GaÂbungan InÂdusÂtri Kendaraan BerÂmotor InÂdoÂnesia (GaikinÂdo) 1,2 juta unit,†ucap Amelia.
Selain melakukan recall, DaiÂhatÂsu sudah menaikkan harga semua model kendaraan yang di pasarkan di Indonesia tahun ini. KeÂnaikan ini tidak bisa dihinÂdarÂkan. Pasalnya, tahun lalu harga komponen sudah naik, sedangÂkan harga belum dinaikkan.
“Faktor lain yang memaksa harga harus dinaikkan adalah nilai rupiah terhadap dolar AS makin melemah. KeÂnaikan harÂga juga dipengaruhi pajak di berÂbagai daerah yang berbeda,†terang Amelia.
Khusus untuk Jakarta, Xenia dan Terios naik Rp 3,5 juta, Sirion Rp 1,8 juta, Luxio Rp 3,4 juta, Gran Max Minibus dan PU Rp 3,2 juta. Xenia dengan berbagai varian, dijual oleh Daihatsu dari Rp 126,6 juta sampai Rp 182,3 juta. Terios dari Rp 160 juta-Rp 211,9 juta, Sirion Rp 140,5 juta- Rp 161,5 juta, Luxio dari Rp 144,7-180,9 juta, Gran Max Rp 119,5-Rp 135 juta dan Gran Max PU dari Rp 89,4juta-Rp 104 juta. [Harian Rakyat Merdeka]
< SEBELUMNYA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: