Asal tahu saja, duel yang akan berlangsung di Staples Center, Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS), pada 1 Desember 2018 itu memperebutkan gelar juara dunia kelas berat versi WBC yang saat ini dipegang Deontay Wilder.
Namun, kurang dari tiga peÂkan jelang laga, penjualan tiket dikabarkan belum ludes. Bahkan yang baru terjual tak sampai sepÂaruhnya. "Mereka baru menjual 8.000 tiket dari 19 ribu lembar. Mereka bahkan belum membuka tiket teratas," kata Eddie Hearn dilansir
Boxing Scene. "Itu menggambarkan seberapa besar mereka. Kita akan tunggu bagaimana penjualan PPV (
pay-per-view) dilakukan," tambahnya.
Menilik rekam jejaknya, Wilder adalah petinju tak terkalahÂkan. Dari 40 kali duel, Ia berhasil mencatatkan 39 KO.
Furry juga demikian. Petinju asal Manchester Inggris itu hingga kini belum terkalahkan. Dari 20 kali laga yang dilaluinya, 19 diantaranya berakhir dengan menang KO.
Tapi torehan moncer itu mendadak sirna di mata Hearn, meliÂhat masih minimnya antusiasme penonton. "Saat ini, semua yang saya lihat adalah kursi kosong di arena Staples. Dan itu tidak terÂlihat bagus dengan tiga minggu sebelum pertarungan terbesar yang pernah terjadi di divisi kelas berat," ejeknya.
Seperti diberitakan, sebelum resmi melawan Tyson Fury, Deontay Wilder sempat berneÂgosiasi dengan Anthony Joshua. Namun, negosiasi tersebut gagal menemui kata sepakat karena pihak Joshua enggan menerima syarat yang diajukan Wilder.
Memang, pertarungan Joshua selalu berhasil menjual tiket dalam jumlah banyak. Dalam empat duel Joshua terakhir di Stadion Wembley dan Stadion Principality Wales saja, Ia mamÂpu menarik lebih dari 75 ribu penonton.
Ada yang beralasan, tiket unÂtuk pertandingan tinju di Inggris, tempat olahraga telah menjadi sangat populer, biasanya jauh lebih murah daripada di Amerika Serikat. Sementara tiket pertarÂungan antara Wilder-Fury dijual dengan harga mulai dari 77 USD sampai 1,553 USD atau Rp 1,1 Juta sampai Rp 22,7 juta. ***
BERITA TERKAIT: