Pembukaan dihadiri Duta Besar Korea Selatan Yoon Soon-Gu, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu yang sekaligus menjadi Chef de Mission Asian Games 2026, Wakil Panglima Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M Tonny Harjono, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Gubernur Kalimantan Tengah Agustian Sabran, Presiden Asian Taekwondo Union Kim Sang-jin, Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari serta Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia Ade Lukman.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon mengatakan 8th Asian Taekwondo Indonesia Championships 2026 terlaksana atas dukungan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, yang menjadikan turnamen bergengsi ini sebagai salah satu kegiatan dalam rangkaian Hari Ulang TNI ke-81.
“Kejuaraan ini menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar dalam sejarah kejuaraan taekwondo di Indonesia karena setelah hampir dua dekade, akhirnya Indonesia kembali menyelenggarakan kejuaraan taekwondo sebesar ini,” kata Richard.
Kasum TNI ini menyebut Indonesia Open menjadi tonggak penting dalam pengembangan taekwondo Indonesia. Kehadiran 36 negara dari benua Asia, Eropa, dan Australia sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah olahraga berkualitas, sekaligus dapat mendorong sport tourism Indonesia.
“Kejuaraan ini merupakan hasil dari proses bidding yang kompetitif bersama Malaysia, dan India. Berdasarkan hasil keputusan Asian Taekwondo Union, Indonesia diberikan kepercayaan menjadi tuan rumah dan hari ini kita membuktikan bahwa kepercayaan tersebut kita jalankan dengan penuh tanggung jawab,” jelas Richard.
Sementara itu, Presiden ATU Kim Sang-jin memberikan apresiasi tinggi kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Ketua PBTI Letjen Richard Tampubolon, serta seluruh panitia yang terlibat.
“Indonesia telah menunjukkan penyelenggaraan luar biasa. Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan keramahtamahan yang hangat untuk mewujudkan penyelenggaraan turnamen Indonesia Open berlangsung luar biasa dan sukses. Di bawah kepemimpinan Ketua PBTI Jenderal Richard, kejuaraan ini telah memberikan kesempatan yang sangat baik untuk komunitas Taekwondo dunia melangkah lebih maju,” kata Kim Sang-jin.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden ATU bersama Ketua Umum PBTI Richard menyematkan sabuk hitam DAN Kukkiwon kehormatan kepada Menpora Erick dan MenPU Dody.
Hingga Minggu, 2 Agustus 2026, Indonesia telah mengumpulkan 6 emas, 3 perak, 3 perunggu. Salah satu penyumbang medali emas untuk Merah Putih Muhammad Hafizh Fachrur Rhozy di nomor recognized under 30 gembira dengan raihan tersebut.
“Ini pengalaman penting bagi saya karena Indonesia Open dan sangat kompetitif. Terima kasih kepada PBTI yang sudah membawa turnamen level G2 ke Indonesia, ini sangat bagus sekali karena merupakan perolehan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028, dan sebagai atlet tentu saya berharap bisa tampil di sana,” kata Hafizh yang merupakan atlet pelatnas PBTI.
Sebagai informasi, PBTI menurunkan 31 atlet Pelatnas yang terdiri atas 20 atlet kyorugi dan 11 atlet poomsae. Kejuaraan ini mempertandingkan nomor poomsae pada 1-2 Agustus, sedangkan kyorugi berlangsung pada 3-5 Agustus 2026.
BERITA TERKAIT: