PLE mengirimkan surat kepada Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), Konfederasi Sepakbola Amerika Selatan (Conmebol), dan juga badan sepak bola dunia FIFA (28/5). Isinya permohonan pembatalan laga tersebut.
Dalam isi surat itu, Presiden PLE, Jibril Rajoub juga memÂprotes pemilihan tempat pertandÂingan. Rajoud menuduh Israel mempolitisasi olahraga dengan memilih Stadion Teddy yang awalnya merupakan tanah milik warga desa di palestina sebelum dihancurkan pasukan Israel pada 1948.
"Israel, dengan kekuasaan pendudukannya, telah bertindak bertentangan dengan nilai-nilai universal dan norma-norma yang mengatur prinsip-prinsip olahraga," kata Rajoub dikutip Aljazeera.
Rajoub juga menilai pertandÂingan nanti berpotensi mengorÂbankan reputasi olahraga dan moral Argentina.
Sampai dengan saat ini situs resmi AFA belum mencantumÂkan lokasim pertandingan melaÂwan Israel. Hanya ada tanggal untuk uji coba melawan Israel.
Asosiasi Sepak Bola Israel (FA) juga tidak mencantumkan agenda melawan Argentina dalam situs resmi berbahasa Inggris mereka. Dalam situs itu, uji coba Israel berikutnya melaÂwan Albania pada 7 September 2018.
Pada bulan lalu, gerakan Boycott Divestment and Sanctions (BDS) yang menuntut penghentian pencaplokan Palestina oleh Israel juga meÂminta Argentina untuk menarik diri dari uji coba tersebut.
BDS mengkritik laga uji coba itu sebagai langkah politis dan menuduh pejabat Israel mengÂgunakannya untuk menutupi seÂrangan terhadap warga Palestina di dalam dan di luar lapangan.
Sementara, Daniel Benaim yang merupakan panitia penyelenggara pertandingan menyebut lebih dari 600 ribu orang ingin membeli tiket pertandingan itu. ***
BERITA TERKAIT: