Sehari sebelumnya Jepang menjadi juara Piala Uber meÂnaklukkan tuan rumah Thailand 3-0. Kenzo Momota membawa Jepang unggul 1-0 pada laga parÂtai pertama menghadapi tunggal Tiongkok, Chen Long.
Pemain yang pernah dihukum karena kasus judi ilegal terseÂbut mengecundangi Chen dua gim langsung, 21-9 dan 21-18. Sayang hanya sampai di situ perjuangan Jepang.
Tiongkok bangkit di ganda pertama pada partai kedua. Liu Cheng/Zhang Nan mampu menÂgalahkan ganda Negeri Sakura, Takuto Inoue/Yuki Kaneko denÂgan dua gim, 21-10 dan 21-18.
Negeri Tirai Bambu itu pun mampu membalikkan keadaan, berbalik unggul 2-1 atas Jepang. Adalah tunggal kedua mereka, Shi Yu Qi, yang mampu meÂnaklukkan perlawanan Kenta Nishimoto dengan skor 21-12 dan 21-17
Duel Shi Yu Qi dan Nishimoto berlangsung cukup sengit paÂda set kedua setelah tunggal Tiongkok itu menang di set perÂtama. Nishimoto yang sempat tertinggal lima poin, perlahan berusaha menyusul hingga bisa menyamakan poin menjadi 17-17.
Beberapa kali Shi juga melakuÂkan sejumlah kesalahan. Namun, perolehan poin Nishimoto terhenti di angka 17, sedangkan lawannya terus melaju hingga set kedua diÂtutup dengan kemenangan 21-17 untuk Nishimoto.
Pada partai ketiga, ganda Jepang, Keigo Sonoda/Yuta Watanabe, dikecundangi Li Junhui/Liu Yuchen dengan skor 21-17, 19-21, dan 20-22. Pertarungan di sektor itu juga berlangsung sangat sengit.
Sonoda/Yuta sempat memÂbuat ganda Tiongkok tersebut kesulitan, namun akhirnya bisa memastikan kemenangan dalam pertandingan yang berdurasi 70 menit. Kemenangan Li/Liu pun memastikan trofi juara ke pangÂkuan Negeri Tirai Bambu.
Tiongkok memastikan gelar ke-10 di ajang Piala Thomas atau tertinggal tiga gelar dari capaian Indonesia.
Bagi Tiongkok, kemenangan ini menjawab kritik yang dilonÂtarkan banyak pihak menyusul kegagalan meraih Piala Thomas 2018 dalam dua edisi terakhir.
"Kemenangan ini benar-benar melegakan bagi kami semua karena kami bisa menghapus daÂhaga gelar," kata pelatih kepala timnas bulu tangkis Tiongkok, Xia Xuanze.
Timnas bulu tangkis Tiongkok resmi memulai era baru dengan menunjuk duet Xia Xuanze dan Zhang Jun sebagai kepala pelatih yang menggantikan Li Yongbo sejak Maret 2017. Xia Xuanze yang pernah menjadi juara dunia bertanggung jawab menanÂgani sektor tunggal, sedangkan Zhang Jun yang menjadi peraih dua medali emas Olimpiade memegang sektor ganda.
"Kami dikritik oleh pers dalam beberapa tahun terakhir, jadi ini merupakan kemenangan besar bagi kami," ujar Xia. ***
BERITA TERKAIT: