Atas alasan tersebut, Fatayat NU menggelar acara Pekan Olahraga Perempuan (POP) di Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu (5/5) lalu.
"Kita mencoba mengajak perempuan Indonesia untuk lebih familiar dengan dunia olahraga. Kalau selama ini olahraga identik dengan lelaki menurut saya itu wajar karena perempuan gak banyak terlibat disana" tutur Ketua Umum Fatayat NU, Anggia Ermarini dalam keterangannya kepada redaksi, Minggu (6/5).
Menurutnya, POP adalah yang pertama kali digelar di Indonesia, dengan peserta yang murni masyarakat biasa bukan atlet profesional. Semua peserta, sambungnya, adalah pengurus aktif dari organisasi perempuan.
"Tujuan kita adalah membudayakan olahraga, menjadikan olahraga sebagai
life style jadi bukan untuk mencetak atlet profesional" tambahnya.
Gelaran pekan olahraga perempuan di Semarang yang dibuka Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi ini adalah region pertama. Akan disusul kemudian pada bulan Juli di Jabodetabek dan di Jawa Timur pada Agustus. Terakhir adalah grand final nasional bertempat di Jakarta.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi menyatakan apresiasinya atas kerja keras Fatayat NU dalam menggelorakan semangat olahraga. Semangat sportivitas juga dia sampaikan pada seluruh peserta.
"Menurut saya, ini bukan hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga bisa menjadi media pemersatu, bangsa," jelasnya
Dari 16 kontingen yang hadir semuanya adalah delegasi dari organisasi perempuan di area Jawa Tengah dan Yogyakarta. Ada tiga cabor yang dipertandingkan yaitu bulu tangkis, bola voli dan gobak sodor.
[ian]
BERITA TERKAIT: