Dua gol kemenangan
The Blues dicetak Willian dan bunuh diri Martin Kelly, sementara gol balaÂsan Palace disumbang Patrick van Aanholt. Kedua tim langsung jual beli serangan sejak awal laga. Berulang kali peluang gagal.
The Blues akhirnya mampu memecah kebuntuan pada menit ke-24. Willian yang mendapat ruang lantas melepaskan tendanÂgan tenang dari luar kotak penÂalti. Bola menyusur tanah dan mengarah ke sisi kiri gawang, membentur tiang bagian dalam, lantas masuk ke jala.
Tak butuh lama bagi
The Blues untuk menambah keunggulan. Kesalahan Martin Kelly yang berniat melakukan sapuan terhadap bola sepakan Zapacosta justru menyebabkan bola mengeÂnai penjaga gawang dan masuk ke jalanya sendiri.
Namun, gol baru dapat lahir kembali pada penghujung laga, tepatnya menit ke-90. Menerima umpan terobosan Wilfried Zaha, Ptrick van Aanholt yang berdiri bebas di sektor kiri kotak penalti melepaskan tendangan yang tak kuasa dibendung Thibaut Courtois.
Sepanjang pertandingan, terÂcatat Chelsea mendominasi dalam berbagai aspek. Pada penguasaan bola,
The Blues menÂcatatkan angka 62 persen.
Sementara itu, soal peluang, skuad asuhan Antonio Conte tercatat melakukan 27 kali tenÂdangan dengan 11 di antaranya mengarah langsung ke gawang. Di lain pihak, Crystal Palace hanya sembilan kali melepas tendangan, dengan dua saja yang mengarah ke sasaran.
Jurutaktik asal Italia itu menyaÂdari bahwa dalam laga ini, Chelsea sebenarnya bisa lebih banyak mencÂetak gol. Meski tampil kurang efektif, ada satu hal yang membuat Conte tetap merasa puas.
“Saya kira kami menciptakan banyak peluang untuk mencetak gol. Kami bahkan harus kecoÂlongan satu angka sehingga skor akhir menjadi 2-1. Ada sedikit tekanan di situ. Namun, kami tetap mampu menahan bola berada di luar kotak penalti kami (setelah gol Van Aanholt). Kami pantas unÂtuk menang,†ujar Conte. ***
BERITA TERKAIT: