Dalam istilah Manchester Evening News, MU seperti kenÂdaraan yang mogok. Sementara Palace tampil impresif.
Tidak heran pada menit 11, Andros Townsend sudah menÂjebol gawang David De Gea. Koordinasi Victor Lindelof dan Chris Smalling di jantung perÂtahanan MU kali ini tak mulus.
Gawang De Gea kebobolan lagi tak lama setelah turun minum. Diawali tenÂdangan bebas Jeffrey Schlupp, Patrick van Aanholt berhasil lepas dari kawalan Smalling dan Antonio Valencia untuk menaklukkan De Gea dalam situasi satu lawan satu.
Smalling langsung membayar kesalahan gandanya dengan gol pada menit 55. Pemain 28 tahun ini berhasil lepas dari jebakan offside untuk menyundul bola.
Semangat MU makin bertambah. "Setan Merah" terus menyerang dan mendapat sedikitnya empat peÂluang beruntun. Namun gol kedua baru hadir pada menit 76 melalui bola tembakan penyerang Romelu Lukaku yang melaju di antara kepungan tiga pemain Palace.
Skor 2-2 kelihatan bakal berÂtahan hingga akhir karena MU tak leluasa mendapat ruang temÂbak lantaran para pemain Palace tak menyisakan lubang. Namun MU punya kejelian, terutama Nemanja Matic.
Karena tak mungkin menÂcari gol dari jarak dekat, Matic mencoba dengan tembakan jarak jauh. Itu dilakukan oleh Nemanja Matic saat laga meÂmasuki injury time, menit 91. Bola setengah volinya dari luar kotak penalti tak kuasa dibendÂung kiper Wayne Hennessey.
Tentu saja ini adalah gol yang "membunuh" pertandingan. MU bersuka cita, Palace dan para penÂdukungnya langsung kecewa.
Palace patut kecewa karena merÂeka sudah unggul dua gol. Meski begitu pelatih Roy Hodgson beruÂsaha maklum bahwa apapun kelas MU ada di atas Palace. ***
BERITA TERKAIT: