Menurutnya, I Bianconeri tidak boleh menerÂapkan strategi yang sama seperti saat melawan Lazio, akhir pekan kemarin. Tottenham sedikit diuntungkan oleh dua gol tandang di pertemuan pertama yang berakhir imbang 2-2.
Hasil imbang 0-0 atau 1-1 cukup bagi tuan ruÂmah untuk mengeliminasi Juventus dari kompetisi paling bergengsi di Eropa itu, karena agretivitas gol tandang Tottenham lebih baik.
"Kami harus meningkatkan teknik kami di London dan bermain lebih kuat di babak pertama. Saat lawan Lazio kondisi fisik kami memang lebih baik, karena mereka bermain selama 120 menit melawan AC Milan pada tengah pekan," ujar Dybala kepada
Sky Sport Italia.
Penyerang timas Argentina itu aru saja menÂgakhiri paceklik golnya yang sudah berlangsung sejak akhir Desember 2017. Golnya di menit-menit akhir laga kontra Lazio menjadi gol perdananya tahun ini.
Pascapulih dari cedera hamstring yang mengÂhantamnya Januari lalu, performa Dybala sejauh ini masih belum kembali ke bentuk terbaiknya. Ia tidak segesit di awal musim di mana ia kerap mencetak lebih dari satu gol setiap pertandingan.
Tugas Dybala menjadi sangat berat, setelah Gonzalo Higuain dan Mario Mandzukic dilanda cidera mau tak mau memaksa Dybala tampil optimal. Harapan satu-satunya di lini depan Juventus kini berada di pundaknya, tetapi berita baik menghampiri Juventus, penyerang tambun mereka, Higuain dikabarkan sudah bisa kembali tampil.
Sementara itu, pelatih Juventus, Massimiliano Allegri mengusung permainan menyerang guna membobol gawang Tottenham. I Bianconeri wajib menang atau seri dengan membobol tiga gol ke gawang Spurs jika ingin lolos ke babak selanÂjutnya.
"Hari Rabu kami memerlukan performa dan pendekatan yang jauh berbeda, alasannya karena Tottenham tidak bertahan seperti Lazio," ujar Allegri.
Pada laga melawan Lazio kemarin, Allegri senÂgaja menyimpan Alex Sandro, Giorgio Chiellini, dan Douglas Costa. Ketiga pemain tersebut hanya dimainkan di babak kedua guna mencegah kelelahan. ***
BERITA TERKAIT: