Ratusan penonton tumplek blek dan beranjak dari tempat duduk untuk menyaksikan aksi pendekar-pendekar silat dari 16 perguruan silat di Indonesia bertarung di arena ontagon.
"Animo penonton sungguh luar biasa. Ini sangat positif, berarti masyarakat sesungguhnya cinta terhadap silat. Silat yang jadi beladiri asli Indonesia berarti tetap berada di hati masyarakat Indonesia. Kami pun jadi optimis untuk menggelar silat bebas berikutnya," kata promotor, Muhammad Idris.
Selanjutnya, kata Idris, persiapan gelar Silat Bebas Challenge pada Desember mendatang di Bandung. "Sambutan luar biasa penonton menjadikan kami tambah bersemangat untuk terus menggelorakan kejuaraan Silat Bebas Challenge ini," terang Idris.
Bahkan, tambah Idris, setelah ajang Silat Bebas Challenge berhasil melahirkan cukup banyak pendekar tanggguh yang siap tarung di ontagon. Tahun depan pihaknya berencana menggelar Silat Bebas Indonesia yang skalanya lebih luas untuk seluruh Indonesia.
Sementara dari laga utama Silat Bebas Challenge, mantan pesilat top amatir Abdulrauf Abdul Karim (Garuda Martial Arts/Satria Muda Indonesia) sukses mengalahkan Muhammad Rofin (Red Scorpion Martial Arts/Tri Sukma Jati) di kelas ringan 65,8-70,3 kilogram.
Heri Purwanto (raja macan/Pajaran Cimande kalah TKO dari Michael Lonton (Kesatria Petarung Combat Academi/Bangau Putih. Petarung Merkey (Ksatria Combat Academi/Bangau Putih menang angka kuncian atas Nuyadi (Sasana Teratai Jaya/Persaudaraan Setia Hati Teratai.
"Kami melihat teknik para petarung di Silat Bebas Challenge ini terus memperlihatkan peningkatan. Kami pun kian yakin jika satu tahun lagi akan hadir petarung tangguh asli Indonesia yang siap bertanding jadi petarung profesional di kancah internasional," jelas Idris.
[wid]
BERITA TERKAIT: