Sebelumnya Madrid sudah pernah dituduh menyuap wasit dengan memberikan tas setelah pertandingan usai. Namun ternyata isi tas itu hanya berbagai merchandise klub yang nilainya masih di bawah batas yang diperbolehkan La Liga. Selain itu, kebiasaan memberikan merchandise di Spanyol juga dilakukan beberapa klub lain.
Madrid juga mendapatkan tuduhan menyuap lawan para rival mereka, dalam hal ini Barcelona. Di Spanyol, sempat ada kebiasaan untuk menjanjiÂkan hadiah kepada lawan yang dihadapi sang rival. Praktik memberikan uang dalam koper ini sempat dilakukan klub-klub besar pada masa lalu namun kini sudah dilarang. Praktik ini kerap disebut Maletines.
Sekadar ilustrasi fiktif saja, Madrid bisa menjanjikan sejumlah uang kepada Eibar untuk bisa mengalahkan atau menahan imbang Barcelona akhir pekan nanti. Hal yang sama juga bisa dilakukan Barcelona dengan menjanjikan sejumlah uang kepada Celta Vigo yang akan menghadapi Madrid tengah pekan ini.
"Saya tidak bisa menjawab pertanyaan soal maletines itu. Saya hanya memikirkan tentang pertandingan besok dan tidak ada hal lain lagi. Saya percaya tim Celta akan bermain dengan profesionalisme tinggi," kata Zidane.
Sementara itu, Gareth Bale dikabarkan akan menolak tawaran bergabung dengan Chelsea demi datang ke Manchester United di musim panas, jika dia memang Real Madrid menjualnya.
Pemain Wales itu sudah lama dikabarkan bakal memutuskan pergi dari klub juara Eropa, usai Real dirumorkan tengah mengiÂdamkan kehadiran Eden Hazard dan Kylian Mbappe.
Meski banyak laporan mengaitkannya dengan Chelsea, Diario Gol mengklaim bahwa Bale sudah mengatakan pada manajemen Los Blancos bahwa dia lebih suka datang ke Old Trafford.
Agen Bale disebut sudah membuka negosiasi dengan klub Inggris itu setelah kecewa dengan respon yang ditunjukkan klub terkait cedera engkel yang dialami kliennya.
Pemain berusia 27 tahun itu dikabarkan menjalani metode pemulihan khusus dengan target tampil di final Liga Champions yang akan dimainkan di Cardiff bulan depan.
Sementara itu Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu akan memperÂtahankan kursi kekuasaanÂnya sekalipun kritik keras mengarah kepadanya dan kolega.
Sejak berkuasa di 2014 tim Catalan sering terjerat berbagai macam skandal. "Kami dituding tidak melindungi filosofi tim dan hanya sekadar menjalankan bisnis. Kami tidak keberatan," kata Bartomeu dikutip Goal International.
Barcelona terseret dalam penyelidikan kasus transfer Neymar dari Santos di 2013, selain itu mereka juga sempat mendapat embargo dari FIFA soal pelangÂgaran aturan pembelian pemain di bawah usia 19 tahun.
Namun Bartomeu mengklaim sudah bekerja dan memberikan yang terbaik untuk klub. "Saya takkan mundur dan begitu juga dengan anggota manajemen lainnya. Kami tidak sedang coba melupakan filosofi Barca. Kami masih terus meraih banyak kemeÂnangan," jelasÂnya. ***
BERITA TERKAIT: