Sindrom Musim Kedua

AS Monaco vs Olympique Lyon 1-3

Selasa, 20 Desember 2016, 09:30 WIB
Sindrom Musim Kedua
Alexandre Lacazette/Net
rmol news logo Olympique Lyon mempermalukan AS Monaco 3-1 di hada­pan pendukungnya pada laga pekan ke-18 Liga 1 Prancis di Stadion Louis II, Monaco, dini­hari, kemarin.

Berkat hasil itu, tim besutan Bruno Genesio yang menem­pati urutan keempat klasemen sementara kini mengoleksi 31 poin, dua strip di bawah Monaco (39) yang menempati peringkat kedua.

Rachid Ghezzal membuka Lyon unggul pada menit 29 setelah menyelesaikan umpan Valbuena.

Sepuluh menit kemudian tuan rumah harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain setelah Benjamin Mendy menerima kartu merah.

Lyon berpeluang memperbe­sar keunggulan ketika Fabinho melanggar Lacazette di area terlarang pada menit 56, namun Lacazette gagal menunaikan tugasnya sebagai algojo dengan baik dari titik putih.

Keuntungan jumlah pemain berhasil dimanfaatkan Lyon un­tuk menggandakan keunggulan lewat Valbuena setelah menye­lesaikan umpan Ghezzal yang membayar budi kepada rekan­nya ini pada menit 65.

Situasi bola mati pada me­nit 70 sempat mengantarkan Bakayoko memperkecil ketert­inggalan AS Monaco menjadi 1-2 dari Lyon, namun Lacazette sukses memastikan kemenangan tim tamu menjadi 3-1 dengan memanfaatkan sepak pojok.

Lacazette memang selalu manjadi andalan mesin gol Lyon. Pada beberapa bulan per­tama musim lalu, pemain 24 ta­hun ini terlihat seperti menderita sindrom musim kedua.

Harapan begitu tinggi setelah dia mencetak 27 gol di tahun sebelumnya, namun cedera, dan performa buruk membuatnya hanya menciptakan lima gol di 15 laga perdana, tiga di antaran­ya datang dari pertandingan menghadapi Saint-Etienne.

Meski begitu, di bawah Bruno Genesio, Lacazette kembali ke penampilan terbaiknya. Dia menciptakan 11 gol di sembilan pertandingan, dan musim lalu dia menjadi orang Perancis per­tama yang menciptakan lebih dari 20 gol di liga sejak tahun 1998.

Ini akan menjadi musim ketu­juh Lacazette sebagai bagian dari skuat Lyon. Dia muncul dari tim junior dan telah membuktikan diri saat terpilih menjadi starter, pemain 24 tahu layak diandalkan di masa-masa penting.

Lyon dan sang pemain sempat mengalami kesulitan di awal musim, tapi tetap menemukan cara untuk bisa menciptakan hat­trick di derby Rhone â€" sesuatu yang tidak bisa dilakukan pada musim sebelumnya.

Liga Champions datang di masa yang salah pada musim lalu, ketika sang striker sedang dalam kesulitan, dan hanya satu dari catatan empat golnya di kompetisi ini yang ia ciptakan pada musim lalu. Lyon tampil buruk dan hasil yang mereka da­pat menunjukkan hal ini. ***

Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA