Sejak Senin dinihari, sekitar pukul 01.00 WIB ribuan orang sudah mengantre tiket final yang dijual di Mako Garnisun, Kostrad, Jalan Merdeka Timur itu. Massa membludak memenuhi jembatan penyeberangan yang ada di dekat Stasiun Gambir itu. Padahal, loket pembelian yang berupa ticket box ini baru dibuka pukul 08.00 WIB. Berbeda dengan penjualan semifinal lalu yang dilakukan di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Mako Garnisun kini dipilih untuk meminimalisir pergerakan para calo dan melihat faktor keamanannya.
Tiket kategori IIIdijual seharga Rp 100 ribu per lembarnya dan dijual secara offline. Sedangkan untuk kategori 2 (Rp 300 ribu) dan 3 (Rp 500 ribu) khusus dijual dengan sistem online melalui website
kiostix.com.
Dengan pengawalan ketat dari personel TNI, ribuan suporter itu mengantre menunggu giliran masuk ke lokasi penjualan tiket yang berada di halaman Gedung Mako Garnisun. Di lokasi itu panitia menyediakan enam box penjualan tiket. Yang boleh masuk dibatasi 20 sampai 30 orang. Sebab, di tempat itu, hanya ada pintu kecil sebagai penghubung ke lokasi penjualan tiket di Garnisun yang berada tepat sebelah Kostrad.
Suasana sempat ricuh karena ribuan massa saling dorong dan menyerobot. Dengan pengeras suara, seorang tentara memerintahkan mereka duduk. Kericuhan kembali terjadi saat pembeli perempuan didahulukan. Saling dorong kembali terjadi. Beberapa orang bahkan sampai terperosok ke dalam got. Sekumpulan massa mencoba menerobos gerbang Kostrad. Melihat massa yang semakin tak terkendali, seorang tentara menyiram air ke massa. Byurrr, massa kocar-kacir. Toh, ujung-ujungnya, banyak yang pulang dengan kecewa. 10 ribu tiket yang disediakan ludes hanya dalam waktu 2,5 jam. Dijual sejak pukul 08.00 WIB, tiket dinyatakan habis pukul 10.30 WIB. Selain di Mako Garnisun, tiket juga dijual Kodim Kabupaten Bogor sebanyak 5 ribu lembar. Itu pun sudah ludes. Melihat kericuhan itu, Panglima Kostrad Letnan Jenderal Edy Rahmayadi yang juga Ketua Umum PSSI, langsung turun dan berbicara dengan massa.
Sementara, Presiden Jokowi galau. Dia dipastikan tidak bisa menyaksikan langsung pertandingan itu karena melakukan kunjungan kenegaraan ke India. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Jokowi berharap Indonesia menang di Final Piala AFF 2016. "Beliau sempat setengah ragu-ragu, galau nggak bisa nonton secara langsung pertandingan, karena beliau memang berkeinginan memberikan support secara langsung seperti ketika semifinal melawan Vietnam di Pakansari," kata Pramono di kantornya, kemarin.
Kendati tak bisa menyaksikan langsung, Jokowi sudah memberikan support kepada Ketua Umum PSSI, "Mudah-mudahan memecahkan rekor Indonesia juara AFF Cup setelah berkali-kali masuk di final dan mudah-mudahan ini membawa keberuntungan kita melawan Thailand," harap Pramono. ***
BERITA TERKAIT: