Koordinator investigasi
Center For Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman mengatakan, penetapan tersangka merupaÂkan langkah awal bagi pihak kepolisian mengembangkan penyidikan lebih lanjut atas kasus tersebut.
"CBA mencatat, ada 63 proyek yang terindikasi bermasalah terkait pelaksanaan Asian Games 2018 senilai Rp 10.086.794.800," ujarnya dalam keterangan perÂsnya, kemarin.
Proyek tersebut rentan berÂmasalah lantaran ada dugaantindakan penyelewengan. Apalagi, proyek tersebut tidak dilaksanakan lewat mekanisme lelang, melainkan penunjukan langsung.
"Modus proyek sebesar Rp 10 miliar lebih ini dilakukan dengan cara dibagi-bagi daÂlam 63 paket pekerjaan," kata Jajang. Nilai setiap satu paket proyek dihargai sebesar Rp 200 juta untuk menghindari adanya proyek lelang yang kompetitif.
Proyek persiapan Asian Games XVIII itu seharusnya dilelang ke publik karena ada beberapa kontrak yang memiÂliki kesamaan jenis/lingkup pekerjaan yang seharusnya tidak dipecah-pecah.
Proyek tersebut dapat dikelompokkan dalam tiga paket pekerjaan yang meliputi event organizer, pekerjaan
Olympic Solidarity/Olympic Council of Asia (OS/OCA) Regional Forum, dan pengadaan barang seperti personal komputer, lapÂtop, infocus, scanner, pakaian batik, kaos, jam tangan, dan lainnya.
"Semua itu terindikasi ada upaya pemecahan paket pekerjaan agar pemilihan penyeÂdia barang/jasa tidak dilaksanakan lewat lelang," katanya.
Untuk itu, CBA meminta Polda Metro Jaya menyelidiki 63 proyek untuk persiapan Asian Games 2018 tersebut. "Hal ini sangat memalukan buat bangsa ini, masa Asian Games XVIII belum dilaksanakan, tapi sudah tercium potensi kebocoran uang negara," imbuhnya. ***
BERITA TERKAIT: