Hasil mengecewakan ini sekaligus menggagalkan upÂaya Evans mengulangi kisah sukses menjadi juara setahun yang lalu. "Tentu saya sangat kecewa. Saya punya peluang untuk mendapat hasil yang bagus dan berusaha minimal untuk berada di zona poin. Balapan saya harus selesai di putaran kedua setelah insiden," kata Evans.
Pebalap asal Selandia Baru ini mendapatkan posisi start terdepan setelah pada balapan feature (hari Sabtu) finis di posisi kedelapan dan mendapat poin empat. Sesuai aturan GP2 pada balap sprint, posisi satu dan delapan dirotasi (posisi satu start delapan dan seterusnya).
Berbeda dengan Evans, peÂbalap Prema Racing yang juga didukung Pertamina dan Jagonya Ayam KFC Indonesia, Antonio Giovinazzi masih mendapat keberuntungan. Meski sebagian sayap depan kiri mobilnya patah, Giovinazzi yang start dari posisi ke delaÂpan mampu finis ketiga dan berhak naik podium dengan bonus 10 poin.
Giovinazzi start dari posisi delapan karena pada balapan sebelumnya finis di posisi pertama. Pada balapan kedua, Giovinazzi finis di belakang pebalap Racing Engineering Norman Nato dan rekan setÂimnya, Pierre Gasly. "Ini hasil yang bagus dengan kondisi mobil yang tidak sempurna. Saya hanya berusaha merangÂsek ke posisi terdepan dan poÂsisi ketiga sudah sangat bagus," kata Giovinazzi.
Sementara itu, driver muda Indonesia yang membawa benÂdera tim Pertamina Campos, Muhammad Sean Gelael meÂnyelesaikan balapan di peringÂkat 16. Sean memulai balapan dari posisi ke-20. Ada dua pebalap lain yang tidak bisa menyelesaikan lomba, yakni pebalap Trident Racing Luca Ghiotto dan pebalap ART Grand Prix Sergey Sirotkin. ***
BERITA TERKAIT: