Regenerasi Atlet Masih Jadi Pekerjaan Rumah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 25 Agustus 2016, 16:59 WIB
Regenerasi Atlet Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Net
rmol news logo Di tengah euforia keberhasilan pasangan Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir meraih emas di Olimpiade Rio de Janeiro, Brazil 2016, pada saat bersamaan Kementerian Pemuda dan Olah Raga sebetulnya memiliki pekerjaan rumah.

Prestasi yang dicapai Owi dan Butet, sapaan akrab pasangan pebulu tangkis ganda campuran tersebut tidak boleh berhenti sampai di situ. Regenerasi menjadi penting untuk segera dirumuskan oleh Kemenpora agar perolehan medali emas di ajang olimpiade menjadi tradisi rutin.

"Jangan jadikan euforia ini sesaat. Prestasi ini harus jadi semangat terbarukan untuk terus menemukan bibit-bibit andalan," ujar anggota Komisi X DPR RI Kresna Dewanata Phrosakh di Gedung DPR, Jakarta (Kamis, 25/8).

Menurut Dewa, raihan medali di Olimpiade Rio sebenarnya adalah hasil minim. Perolehan satu emas dan dua perak membuktikan betapa sesungguhnya olah raga nasional sedang berada di tengah masa paceklik.

Untuk itu, pekerjaan rumah utama Kemenpora saat ini adalah mengoptimalisasi pembinaan terhadap atlet-atlet muda. Regenerasi juga tidak hanya difokuskan pada bulu tangkis, akan tetapi cabang-cabang lain.

"Sebab atlet itu tidak ditemukan, tapi harus dicetak," bebernya.

Oleh karena itu, yang terpenting saat ini adalah roadmap yang dibuat Kemenpora dalam skema regenerasi atlet berprestasi.

"Tanpa ini, skema olah raga nasional kita akan jalan sendiri-sendiri," pungkas Dewa. [wah]

Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA