Acara tersebut diusung sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan tren olahraga padel, edukasi kekayaan wastra Nusantara, serta ekspresi seni khas anak muda.
Founder WBI Foundation, Yanti Airlangga menjelaskan, gagasan acara ini murni lahir dari inisiatif anggota muda WBI yang ingin mengemas kegiatan fisik tanpa melepaskan nilai kebudayaan.
"Lahir dari inisiatif anak-anak muda anggota WBI yang ingin menghadirkan kegiatan olahraga tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya," ujar Yanti.
Sentuhan artistik dalam gelaran ini terlihat dari desain grafis area
padel court yang dirancang khusus oleh rumah mode Parang Kencana.
Perwakilan Parang Kencana, Meity Sutandi, mengungkapkan visual lapangan terinspirasi dari motif Mawar Barong yang memadukan elemen keberanian dan keindahan. Selain itu, para peserta juga disuguhi perlengkapan pendukung seperti jaket, topi, hingga kaos hasil rancangan perancang busana Didiet Maulana.
Tak hanya turnamen olahraga dan eksibisi figur publik, panitia turut menggelar Kompetisi Fashion untuk menguji kreativitas gaya berpakaian peserta berbasis wastra Indonesia di lapangan.
Dari sisi ekonomi, Founder WBI Wandi Wanandi berharap maraknya tren padel dapat memberi dampak positif bagi ekosistem dunia usaha nasional, khususnya dalam memproduksi produk olahraga lokal berkarakter budaya.
Sementara itu, perwakilan Divisi Anak Muda WBI, Audi Pratama, menegaskan agenda ini juga mengusung misi kepedulian sosial. Sebagian keuntungan penyelenggaraan akan disalurkan kepada Rumah Harapan Melanie guna mendukung program kesehatan dan pendidikan anak-anak kurang mampu.
WBI merupakan yayasan pelestarian budaya yang berdiri sejak 2021 di bawah naungan Yanti Airlangga, dengan fokus merangkul generasi muda serta mendampingi para pelaku UMKM budaya di Tanah Air.
BERITA TERKAIT: