Lloris mengalami cidera ketiÂka Spurs melawan Everton pada laga pertama Premier League 2016/2017. Otot hamstring-nya mengalami masalah setelah mencoba bermanuver untuk menyelamatkan gawang dari sepaÂkan Ross Barkley, yang berujung gol untuk tim lawan.
Penjaga gawang asal Prancis itu sempat mencoba terus berÂmain, tapi akhirnya menyerah dan digantikan Michel Vorm. Hasil pemeriksaan lebih lanjut mengharuskan Lloris beristirahat kurang lebih empat pekan untuk memulihkan cideranya. "Selalu sulit ketika kapten Anda tidak berada di atas lapangan. Namun, kami percaya kepada Michel saat melawan Crystal Palace," kata sang Manajer Mauricio Pochettino.
Menurut Pochettino, cideranya Lloris bukan karena minimÂnya waktu istirahat yang dimiliki si pemain karena harus membela negaranya di Piala Eropa 2016.
"Itu tidak berkaitan dengan Euro. Itu cuma sebuah kecelakaan dan hal positifnya adalah cedera itu tidak terlalu parah. Dia akan segera kembali bersama tim," jelas Pochettino.
Vorm direkrut Spurs dari Swansea City pada 2014. Meski selama ini cuma jadi pelapis Lloris, kiper asal Belanda itu berpengalaman di Premier League karena tiga musim jadi kiper utama Swansea. "Dia siap tampil. Dia adalah seorang kiper yang punya banyak pengalaman di Premier League dan level internasional. Tak ada keraguan soal kualitasnya," jelasnya.
Tapi soal komposisi skuat, Spurs masih kalah saing. Mengingat sejumlah tim besar seperti Manchester United, Manchester City, Chelsea, dan Liverpool memperkuat diri dengan sigÂnifikan.
Sementara Spurs cuma sejauh ini baru mendatangkan dua peÂmain yakni Victor Wanyama dan Vincent Janssen.
Tapi, bek Spurs Jan Vertonghen percaya diri timnya bisa bersaing lagi untuk posisi teratas. Salah satunya karena secara mental mereka sudah lebih kuat karena belajar banyak dari pengalaman pahit musim kemarin.
"Kami siap bertanding di marÂkas Crystal Palace. Secara fisik kami lebih kuat dan semuanya setahun lebih tua kini," kata Vertonghen.
Musim lalu Spurs gagal juara setelah terpeleset di periode akhir musim. Di 11 pekan teraÂkhir, mereka cuma memetik empat kemenangan dan menelan tiga kekalahan.
The Lilywhites cuma menelan tiga kekalahan dan menang 15 kali. Alhasil mereka harus merelakan trofi juara Premier League diraih Leicester City.
"Tim-tim besar telah melakuÂkan sejumlah pembelian bagus, berganti manajer, dan tampak sangat bagus. Ini akan jadi Premeier League yang menarik musim ini. Tapi kami lebih kuat dari musim lalu jadi saya rasa kami bisa menantang gelar juara lagi." tandasnya. ***
BERITA TERKAIT: