Sri Wahyuni mencatat total angkat 192 kg, sementara medÂali emas diraih lifter Thailand Tanasan Sopita yang membukuÂkan angkatan 200 kg. Medali peÂrunggu didapat Miyake Hiromi dari Jepang dengan angkatan total 188 kg.
Dalam pertandingan yang berÂlangsung di arena Riocentro tersebut persaingan ketat terjadi di antara tiga lifter Asia itu. Wahyuni yang bobot badannya lebih ringan dari Tanasan, mencoba angkatan clean and jerk terakhir 115 kg untuk bisa meraih emas, namun gagal sehingga harus puas dengan medali perak.
Keberhasilan Wahyuni meraih perak, sekaligus medali pertama bagi kontingen Indonesia di Olimpiade 2016 ini juga disakÂsikan langsung oleh Menpora Imam Nahrawi, Ketua KOI Erick Thohir dan Ketua Umum PABBSI Rosan Ruslani.
"Sri Wahyuni memang banyak kemajuan khususnya setelah kita berlatih di Afrika Selatan bulan lalu," kata manajer tim angkat besi Indonesia Alamsyah Wijaya.
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengharapÂkan keberhasilan Sri Wahyuni meraih perak Olimpiade 2016 dapat menambah semangat juang rekan-rekannya dalam pesta olahraga sejagat itu.
"Saya menyaksikan langsung, semangat juang Sri Wahyuni perlu diikuti atlet-atlet Indonesia lainnya," kata Menpora di arena Riocentro.
"Yuni ini masih muda dan produktif sehinggq saya yaÂkin untuk Olimpiade berikutÂnya akan meningkatkan raihan medalinya. Selamat ya Yuni, bonus dari pemerintah sebesar 2 M telah menjadi hakmu," kata Menpora dengan haru.
Peluang menambah medali, kata Menpora, masih terbuka lebar karena Olimpiade baru dimulai sehari. "Bukan hanya dari angkat besi, saya tetap optiÂmistis ada tambahan medali bagi Indonesia pada cabang lainnya," ujar Menpora.
"Emas ini saya persembahkan untuk Pak Djoko (Pramono). Beliau sudah seperti bapak saya sendiri. Medali ini juga saya persembahkan buat semua orang yang berulang tahun pada Agustus, termasuk kemerdekaan Indonesia," kata Yuni, setelah penyerahan medali.
Djoko merupakan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Binaraga, dan Angkat Berat (PB PABBSI). Yuni mengaku, sebelum berangÂkat ke Rio, dia mendapat pesan dari Djoko untuk memberikan yang terbaik bagi negara.
"Saya selalu minta kepada orangtua supaya didoakan agar berhasil. Soal bonus, saya nggak mau mikir itu dulu. Fokus latiÂhan yang penting dan berprestaÂsi," ujar mahasiswi Universitas Bhayangkara tersebut. ***
BERITA TERKAIT: