CHAT NEWS

KLB PSSI Digoyang Bonek

Rabu, 03 Agustus 2016, 08:57 WIB
KLB PSSI Digoyang Bonek
Foto/Net
rmol news logo Ribuan pendukung klub sepak bola Persebaya 1927 tiba di Stadion Tugu, Koja, Jakarta Utara. Bonek, julukan suporter klub sepak bola asal Kota Pahlawan itu, menggeruduk Jakarta untuk datang ke Kongres Luar Biasa Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (KLB PSSI), termasuk mendatangi Menpora Imam Nahrawi. Sikap netizen pun terbelah, ada yang mendukung, ada yang mencibir, ada juga yang meminta Bonek tidak bertindak anarkis.

Ribuan Bonek datang. Mereka memakai baju hijau-hijau dan mengusung berbagai atribut suporter. Mereka juga membawa berbagai spanduk tuntutan. Apa yang mereka tuntut? Koordinator Bonek, Andi Peci menyebut tiga tuntutan. Pertama, m endesak PSSI memulihkan status keanggotaan Persebaya. Kedua, m endesak PSSI mengakui dan mengikutkan Persebaya di kompetisi nasional. Ketiga, menanyakan tindak lanjut sengketa perebutan merk dan logo Persebaya yang melibatkan PT Persebaya Indonesia (PTPI) dengan PT Mitra Muda Inti Berlian (PT MMIB). "Saya menjamin bonek yang datang ke Jakarta tidak anarkis. Asalkan tuntutan itu dikabulkan Menpora dan PSSI," kata Andi, kemarin.

Untuk diketahui, kedatangan para Bonek ini dari Surabaya sejak Senin malam. Kedatangan mereka bergelombang. Namun, ada juga Bonek yang datang dari Jabodetabek dan wilayah Kabupaten Jawa Barat. Mereka menggunakan kereta api dan tiba di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Kemudian menggunakan belasan bus dan angkutan umum menuju Stadion Tugu. Rombongan diiringi sejumlah mobil polisi. R atusan polisi berjaga-jaga menyebar di area stadion.

Bahkan untuk mengamankan suporter ini, Polda Metro Jaya menerjunkan sekitar 1.000 personel. Mereka juga akan mendapatkan pengawalan dari Surabaya sampai tiba di lokasi tujuan. Hari ini, rencananya, para Bonek menggeruduk Hotel Mercure, Jakarta Utara, tempat PSSI mengadakan KLB.

Namun, sebelum mereka datang ke KLB, Komite Eksekutif PSSI Tony Apriliani sudah datang duluan Ke Stadion Tugu, Koja, Jakarta Utara. Dia menjamin Persebaya bisa ikut kompetisi dalam laga berikutnya. Jaminan itu keluar setelah Tony menggelar pertemuan bersama Koordinator Bonek Andi Peci di sebuah tenda. Pertemuan berlangsung terbuka dan disaksikan perwakilan Bonek lainnya. "Sudah kami putuskan tujuh klub akan kita sahkan, salah satunya Persebaya akan kita sahkan untuk ikut kompetisi," ujar Tony. Tak percaya begitu saja, Bonek meminta Tony membuat surat pernyataan yang berisi jaminan Persebaya ikut di kompetisi resmi. Tony pun menorehkan tanda tangan di atas surat disaksikan massa Bonek.

Netizen cukup ramai menanggapi. Di Twitter, ada yang mendukung perjuangan bonek, ada pula yang mencibirnya. "Perjuangkan Keabsahan Persebaya 1927, Ribuan Bonek akan kawal KLB PSSI," kicau @Ebanpos, diamini @iwansinaryanto. "Wow bonek Supporter Persebaya #GrudukJakarta, semoga kondusif, terakomodir maksud dan tujuannya dan dukung Prestasi Sepakbola Indonesia," harapnya. Akun @Ariewiibowo juga menimpali. "Dukung BONEK #RevolusiSepakbolaIndonesia," kicaunya.

Namun, ada tweeps yang tak mendukung aksi Bonek. "Kok sempat ya bonek-bonek itu ke Jakarta? Bolos sekolah? Atau pengangguran? Itukah potret pemuda Indonesia saat ini dan yang akan datang?" cuit @ardiwidyarsono, disamber @anggabwardhana. "Ada uang ga? Jangan sampe pedagang warteg jadi korban," kicaunya. Akun @fauzirachman44 cukup bijak menanggapi. Dia mempersilakan bonek berunjuk rasa di ibu kota. "Asal jangan ada lagi kerusuhan yang diakibatkan oleh bonek," cuitnya.

Komentar pembaca di link berita terkait juga cukup ramai. "Persyaratan ikut kompetisi sudah dipenuhi apa belum oleh persebaya? Masak gara-gara didemo langsung disetujui ikut kompetisi," tulis Jockers. Pembaca Agus.w Agus meminta PSSI dan Mepora meminta jaminan balik supaya Bonek tidak melakukan kerusuhan kembali. "Sebaliknya ada jaminan gak bonek gak bikin rusuh," sarannya. ***

Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA