"Selama ini para pemilik suara ini bergerak tidak memiliki ketua. Oleh karena itu saya diminta teman-teman ini untuk memimpin dengan target penyelenggaraan KLB PSSI," kata Edy dalam keterangannya.
Edy menambahkan, sejauh ini kelompok 85 menunggu sikap PSSI terkait permintaan KLB yang telah diajukan sejak awal Mei lalu. Saat ini sudah dua kali mengirimkan surat permintaan. Tapi belum ada tanggapan. Jika tidak segera ada respons, Kelompok 85 akan bergerak sendiri menyelenggarakan KLB PSSI untuk memilih pemimpin alias ketua umum.
"Kalau sampai 18 Juni 2016 tidak ada tanggapan dari PSSI akan berkirim surat kepada FIFA dalam upaya menggelar KLB. PSSI hanya akan ditembusi saja sebagai pihak yang diundang," tutur Edy yang juga Pangkostrad.
Terkait kenapa tanggal 18 Juni, Edy mengatakan itu merupakan hitungan yang sudah sesuai dengan tata cara voters meminta KLB.
"Hal itu sudah sesuai Statuta PSSI," ucapnya.
Ditanya bila nantinya juga dicalonkan sebagai ketua umum, Edy mengaku siap.
"Untuk sekarang belum, saya baru sebatas ketua Kelompok 85. Tapi nanti kalau sudah dipinang, ya Alhamdulillah. Saya akan meminta izin dari Panglima TNI," jelas Edy.
Mengenai adanya dugaan tekanan terhadap voters dia bilang tidak ada.Hal inipun diamini oleh manajer Persib Umuh Muchtar.
"Tidak ada tekanan ini keinginan mereka sendiri," tegasnya.
[wah]
BERITA TERKAIT: