Kenaikan harga tersebut menjadi bagian dari penyesuaian terhadap dinamika pasar energi global. Meski demikian, pemerintah tidak menaikkan harga BBM jenis Pertalite dan Pertamax.
Anggota DPR RI, Mardani Ali Sera, menilai kebijakan ini bukan keputusan yang mudah bagi pemerintah. Namun ia tetap memberikan apresiasi karena perlindungan terhadap masyarakat, khususnya kelas menengah, masih menjadi perhatian.
“Pasti berat bagi pemerintah menaikkan BBM nonsubsidi. Tapi apresiasi karena Pertalite dan Pertamax tidak naik. Kelas menengah tetap dijaga,” ujarnya lewat akun X, Minggu, 19 April 2026.
Meski begitu, Mardani mengingatkan bahwa tantangan ekonomi ke depan masih cukup berat. Pemerintah dinilai memiliki ruang yang terbatas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Jalan menanjak masih panjang. Pemerintah punya jendela sempit menaikkan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen. Tidak mudah, tapi wajib dilakukan agar keluar dari middle income trap country,” jelasnya.
Secara perinci, harga Pertamax Turbo kini dibanderol sebesar Rp 19.400 per liter, naik Rp 6.300 dari sebelumnya seharga Rp 13.100 per liter. Kemudian harga Dexlite menjadi sebesar Rp 23.600 per liter, melonjak Rp 9.400 dari sebelumnya seharga Rp 14.200 per liter.
Begitu pula dengan Pertamina Dex yang harganya menjadi sebesar Rp 23.900 per liter, melonjak Rp 9.400 dari sebelumnya yang seharga Rp 14.500 per liter. Sementara untuk harga Pertamax tetap dibanderol sebesar Rp 12.300 per liter, serta Pertamax Green 95 tetap seharga Rp 12.900 per liter.
BERITA TERKAIT: