Rio diharuskan menyiapkan dana sebesar 15 juta Euro, atau setara Rp 229 miliar. Sampai saat ini baru terkumpul Rp 78,7 miliar yang berasal dari Pertamina, dan belum ada lagi calon sponsor yang membantunya.
Rio harus menyediakan dana yang besar. Sebab timnya, Manor bukanlah tim yang berasal dari pabrikan F1. Sehingga harus mencari pendanaan sendiri.
Untuk tetap bisa berlaga di ajang F1, Manor harus bisa memaksimalkan potensi nilai komersial. Termasuk dengan memperjualbelikan kursi peÂbalap di jet darat mereka.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) harus memutar otak untuk membantu pendanaan Rio. Padahal, sudah ada beberapa rencana yang akan dilakukan agar pebalap berusia 22 tahun ini bisa mengharumkan nama Indonesia Formula 1.
"Tadinya kami mau buat fund raising akhir pekan ini untuk menÂgumpulkan sponsor, tetapi batal karena ada insiden bom Sarinah," kata juru bicara Kemenpora, Gatot S Dewa Broto.
Skema pembayaran sebesar Rp 229 miliar kepada Manor sebenarnya sudah mendapÂatkan kompensasi luar biasa. Tim tersebut mengamini surat Menpora Imam Nahrawi yang meminta agar uang yang wajib disetorkan Rio bisa dicicil.
Untuk termin pertama, Rio hanya perlu menyetorkan dana sebesar Rp 56 miliar saja. Secara nalar, jika Pertamina sudah menyÂiapkan uang Rp78,7 miliar tentu saja permasalahan itu selesai.
Akan tetapi, rupanya Pertamina tak ingin terkecoh. Mereka masih belum bersedia mengucurkan dana jika sisa uang yang dibutuhÂkan, yakni Rp 148 miliar belum ada yang siap menanggung.
"Di pekan ini seharusnya bayar 3,7 juta Euro. Sebenarnya uangnya sudah ada di Pertamina, tetapi kami paham Pertamina masih menunggu siapa yang mau menanggung 9,8 juta Euro ini," jelas Gatot.
Selain berbicara dengan Manor, Kemenpora juga sudah berdiskusi dengan ibunda Rio Haryanto, Indah Pennywati. Bila sampai batas yang ditentukan belum ada uang yang masuk ke Manor, Rio bisa ucapkan selamat tinggal F1. "Kalau telat posisi Rio bisa diisi driver lain. Ini adalah saat-saat yang sangat kritis sekali," tandasnya.
Situs resmi F1, sampai saat ini hanya tinggal Manor Racing yang belum mendaftarkan satu nama pun. Balapan pertama musim 2016 ini akan dimulai pada 20 Maret di GP Australia.
Terpisah, Vice President Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro mengatakan, pihaknya sudah memutuskan hanya membantu pendanaan Rio sebesar 5 juta Euro.
"Disaat harga minyak dunia sedang menurun. Kami tetap berkomitmen mendukung denÂgan angka tersebut. Karena Rio salah satu aset bangsa yang berprestasi dan sudah mengharÂumkan nama Indonesia di dunia balap," katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Meski manajemen Rio terlihat kesulitan mencukupi pendanaan, namun sang sponsor utama, Pertamina tetap yakin bahwa Rio dan orang-orang dibalik Rio bisa menanganinya.
"Dari segi kemampuan tekhnis, Rio sangat potensial dan berbakat. Semoga cita-cita besar berlaga di Formula 1 juga mendapat dukunÂgan dari berbagai badan usaha di Indonesia," terangnya.
Wianda membantah jika pihaknya dianggap belum bersedia mengucurkan dana sebesar Rp 148 miliar kepada pebalap kelaÂhiran Surakarta ini, karena belum ada pihak yang akan menjamin. "Karena memang tidak ada komitÂmen Pertamina pada angka tersebut. Kami tidak pernah ada pembicaraan mengenai itu," ujarnya.
Menurutnya, semua pihak terkait harus saling membantu manajemen Rio dalam pencarian dana. Karena ini merupakan sebuah kesempatan emas bagi Indonesia turut serta dalam F1. ***
BERITA TERKAIT: