Ditundanya proses renovasi ini karena masih perlu pematangan dalam konsep desain hingga proses lelang.
"Pekan depan baru akan mulai proses lelang. Dengan semua kebutuhan dan kesiapan, renovasi fisik kompleks Stadion Utama, GBK, baru bisa dimulai Agustus 2016," kata Deputi 5 Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot Dewa Broto di Jakarta.
"Kami pastikan untuk Agustus tidak akan mundur lagi," ia menambah.
Dalam proses renovasi, Kemenpora tidak akan terlibat lagi dalam pembangunan. Renovasi akan dilakukan Kemenpera-PU dengan anggaran milik Kemenpora sebanyak Rp 500 miliar. Ketidakterlibatan lagi Kemenpora dalam renovasi fisik kompleks GBK, supaya bisa lebih fokus dalam meningkatkan prestasi atlet.
Saat ini anggaran renovasi Rp 500 miliar itu sudah diblokir Kemenkeu. Setelah itu anggaran akan dipindahkan ke Kemenpera-PU. Lalu bagaimana dengan sikap Dewan Olimpiade Asia (OCA), sebagai pemilik multievent Asian Games?
"Pada dasarnya OCA tidak mempermasalahkan kapan renovasi akan dilakukan, mereka lebih melihat kapan selesainya. Meski harus diakui OCA menaruh perhatian sangat intensif terhadap proses renovasi kompleks GBK dan Wisma Atlet," ujar Gatot.
[wid]
BERITA TERKAIT: