"Selama ini perbankan hanya percaya pada petani hortikultura. Tapi untuk petani nelayan kurang. Setidaknya kita bisa membantu," kata Ketua Umum Ikatan Istri Karyawan dan Karyawati Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Hanifah Husein Mursyidan Baldan dalam kegiatan Bakti sosial memperingati Hari Agraria dan Tata Ruang di Desa Cidadap, Kampung Cihurang, Kecamatan Simpenan, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (30/9).
Menurut Hanifah, rencana desa nelayan itu akan dimasukkan dalam program Kementerian ATR juga Ikawati.
"Program kami akan buat dalan jangka waktu 2019," ujar jebolan IPB tersebut.
Namun diakuinya, pihaknya terbentur sumber dana untuk menjalankan program serupa di wilayah lainnya. Langkah merangkul BUMN guna menjaring CSR dari perusahaan BUMN akan menjadi salah satu modal untuk membangun desa nelayan yang lebih baik dan berkualitas.
Yang terpenting kata istri dari Menteri Agraria dan Tata Ruang tersebut, program yang dijalankan tidak akan berhasil tanpa ada kesadaran dari masyarakat setempat. Diharapkan, setelah program ini berjalan, masyarakat lebih proaktif untuk mengembangkan dan memelihara apa yang sudah dibangun.
"Untuk sekarang kami belum siap. Tapi kami akan siapkan program. Ya target hingga 2019 sudah berjalan," bebernya.
Khusus di Desa Cidadap ia dan para jebolan IPB akan mengajari cata untuk membuat apotik hidup. "Setidaknya bisa swadaya kelola nantinya," pungkasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: