Alih-alih tersinggung atau membantah, Gibran yang merupakan putra sulung Jokowi justru merespons dengan nada positif. Ia menyebut Jusuf Kalla sebagai sosok teladan, bahkan mengaku mengidolakannya.
Sikap tersebut dinilai sebagai langkah komunikasi politik yang cermat. Analis komunikasi politik Hendri Satrio melihat respons Gibran mencerminkan upaya merangkul berbagai kekuatan politik.
“Kan Gibran lebih baik nyari teman. Konstituen JK kan juga banyak. Kalau dia berkepentingan maju 2029, dia harus temenin semua,” ujar Hensa, sapaan akrabnya, kepada RMOL, Kamis, 23 April 2026.
Menurutnya, pendekatan yang dilakukan Gibran tidak hanya soal menjaga hubungan, tetapi juga membangun citra kenegaraan yang lebih matang di mata publik.
“Kedua, dia harus memunculkan sifat kenegawanan, jadi bagus itu,” tambah Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu.
Hensa menilai, strategi komunikasi yang tidak konfrontatif seperti ini berpotensi memperluas basis dukungan politik Gibran ke depan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai figur nasional yang inklusif.
BERITA TERKAIT: