Bahkan, petinju bernama asli Floyd Mayweather Jr ini ditantang berduel. Salah satunya datang dari legenda tinju kelas berat Amerika Serikat Evander Holyfield. Dia menilai, juniornya di kelas welÂter itu tak pantas menyandang predikat terbaik.
Mayweather bertarung untuk terakhir kalinya dengan mengÂhadapi Berto di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Minggu (13/9). Kemenangan angka mutÂlak 117-111, 118-110, 120-108 membuat Mayweather menutup kariernya di kelas welter dengan rekor 49 kali tak terkalahkan.
"Mayweather bukan petinju terÂbaik sepanjang masa. Saya pikir ia pertarung yang besar, tetapi Anda tidak bisa menyebut terbaik selamanya sampai semuanya berhenti," kata Holyfield, dikutip
Boxing Scene, kemarin.
Mungkin Holyfield kesal dengan sikap pongah juniornya itu yang dengan bangga menyebut dirinya TBE atau
The Best Ever sebab tak pernah kalah sekalipun.
"Dia memenangkan banyak gelar di divisinya, tapi ia tak pernah melawan semuanya."
Kecaman senada dilontarkan Lennox Lewis. Legenda tinju kelas berat itu menilai Mayweather cuma membesarkan namanya sendiri.
"Bila dpikir dia yang terbaik mari kita berduel sekarang. Saya berada di kelas berat, berarti saÂya berada di atas Mayweather," tegas Lewis.
Lewis memegang gelar juara kelas berat pada 1999 setelah mengalahkan Holyfield dalam pertandingan ulang setelah duel pertama berakhir imbang. Lima tahun kemudian, dia memutusÂkan menggantung sarung tinju dengan catatan 41-2-1 (32KO).
Menurutnya, seandainya
The Money terus berkoar dirinya adalah petinju terbaik sepanjang masa, maka ia seperti hidup daÂlam gelembung sendiri.
"Saya lebih suka mengakui bahwa Muhammad Ali, Jack Johnson, Rocky Marciano adalah petinju terbaik sepanjang masa dan mereka pantas berada dalam sejarah tinju," pungkasnya. ***
BERITA TERKAIT: