Kejuaraan Dunia Badminton Hendra/Ahsan Pelipur Lara

Senin, 17 Agustus 2015, 08:00 WIB
Kejuaraan Dunia Badminton Hendra/Ahsan Pelipur Lara
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan/net
rmol news logo Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menyelamatkan muka Indonesia di Kejuaraan Dunia Badminton. Mereka jadi juara ganda putra usai menang 21-17 dan 21-14 atas pasangan China Liu Xiaolong/Qiu Zihan di final Kejuaraan Dunia 2015.

Di bawah gegap-gempita Istora Senayan, Jakarta, Hendra/Ahsan mengawali pertandingan kemarin malam WIB dengan langsung merebut dua poin pertama. Tapi setelah itu Liu/Qiu merespons dengan merebut dua poin berikut­nya untuk menyamakan kedudu­kan.

Liq/Qiu sempat berbalik unggul 3-2, tetapi Hendra/Ahsan bukan cuma bisa menyamakan me­lainkan kembali unggul. Sayang setelah itu serobotan di depan net dari pasangan Indonesia membuat bola keluar, menghasilkan poin untuk pasangan China.

Selepas berimbang 4-4, Hendra/Ahsan beberapa kali mengungguli perolehan angka lawan tetapi Liu/Qiu lantas juga bisa menyamakan pada kedudukan 10-10, 17-17.

Smes keras Ahsan akhirnya membuat Indonesia bisa sedikit bernafas dengan keunggulan dua poin, 19-17. Serobotan di depan net kemudian membuat Hendra/Ahsan mencatatkan game point. Gim pertama pun langsung bisa direbut setelah kegagalan Liu mengembalikan bola.

Set kedua tak kalah alot. Hendra/Ahsan masih pegang kendali sampai interval, 11-8.

Selepas interval duel-duel sengit masih tersaji walaupun kali ini Hendra/Ahsan langsung mampu memperbesar keunggu­lan sampai 15-10 setelah meraih sejumlah poin secara beruntun. Momentum ini terhenti usai la­wan meraih poin berkat sebuah challenge.

Menyusul sebuah reli, Qiu gagal mengembalikan bola dan membuat Hendra/Ahsan unggul 16-12. Keunggulan lalu terus dipertahankan Hendra/Ahsan sampai ke championship point. Tak butuh waktu lama, Hendra/Ahsan berhasil memastikan gelar usai pukulan lawan keluar seka­ligus menuntaskan pertandingan selama 37 menit tersebut.

Hasil ini membuat Indonesia berhasil meraih satu gelar di Kejuaraan Dunia 2015. Untuk Hendra/Ahsan, ini merupakan medali emas kedua setelah juga berjaya di Kejuaraan Dunia tahun 2013 lalu. Partai kali ini juga membuat Hendra/Ahsan sekarang unggul 3-2 dalam pertemuannya atas Liu/Qiu.

Pebulutangkis tunggal putri Spanyol Carolina Marin sukses mempertahankan gelar juara duni­anya setelah memetik kemenan­gan 21-16 dan 21-19 atas Saina Nehwal dari India. Bermain di Istora Senayan Jakarta, kemarin, Carolina butuh waktu 59 menit untuk merengkuh kembali gelar juara dunianya.

Tahun lalu Marin sukses merebutnya wakil China, Li Xuerui dengan skor 17-21, 21-17 dan 21-18.

"Terima kasih saya ucapkan. Terima kasih kepada penggemar di Indonesia. Saya senang dengan permainan tadi dan hebohnya mereka bisa membuat saya tampil dengan baik," ucap Marin selepas pertandingan. ***

Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA