Atas kemenangan itu, Danny berhak atas sabuk juara kelas welter junior WBC/WBA Super. Pertarungan itu sendiri diawali kejadian menarik yang membuat penonton bersorak sorai saat masing-masing petinju memasuki arena pertarungan.
Malignaggi yang lebih dulu masuk ring mengenakan pakaÂian serba hitam. Tanpa didampÂingi pelatih ia berjalan menuju ring. Berbeda dengan lawanÂnya, Garcia justru tampil beda. Maklum, saat petinju yang lebih muda tujuh tahun itu keluar ada hal yang aneh, terutama atribut yang dikenakannya.
Ya, topeng menyeramkan denÂgan mulut berlumuran darah dikenakan Garcia saat akan menuju ke atas ring. Sontak, kejadian ini membuat ribuan penonton yang memadati Barclays Center bergemuruh.
Darah misterius di balik topeng Garcia pun sepertinya menandi dia bakal membuat Malignaggi kehabisan darah selama menjalani pertarungan.
Ini dibuktikan Garcia yang tampil dominan sejak ronde perÂtama dimulai. Garcia berhasil melepaskan jab keras yang memÂbuat Malignaggi sempoyongan di ronde ketiga.
Pukulan keras Garcia yang mengarah ke wajah sebelah kanan Malignaggi membuat dirinya berada di atas angin. Pasalnya, pasca terkena pukulan tersebut pelipis Malignaggi robek dan darah mengalir deras.
Kondisi ini dimanfaatkan Garcia untuk terus menghuÂjani wajah Malignaggi dengan pukulan-pukulan keras. Alhasil, tepat di ronde keenam, pukulan Garcia membuat Malignaggi terpaksa mencium kanvas untuk kali pertama.
Petaka akhirnya datang di ronde kesembilan. Garcia, yang terus mendikte dan leluasa meÂlepaskan pukulan berhasil meÂnang TKO setelah wasit Arthur Mercante Jr menghentikan perÂtarungan ketika Malignaggi terlihat sudah tak berdaya untuk melanjutkan pertarungan.
Meskipun Garcia tidak mengÂgambarkan perlawanan sengit menghadapi Malignaggi, naÂmun ini bisa dijadikan sebagai pertarungan pemanasan yang ideal bagi Garcia di kelas welter. Disisi lain, petinju kelahiran Philadelphia, Amerika Serikat, 20 Maret 1988 itu berhasil meÂnepis anggapan miring tentang keputusannya naik kelas.
Berkat kemenangan ini, Garcia berhasil memperpanjang rekor tak terkalahkannya menjadi 31-0. Sementara itu, pascakekalahan Malignaggi langsung mengkonfirÂmasi terkait rencananya gantung sarung tinju.
"Saya merasa seperti jika saya tidak datang dengan kinerja yang bagus malam ini (waktu setemÂpat), mungkin itu adalah penampiÂlan terakhir saya. Jika berakhir di Brooklyn malam ini, setidaknya saya berakhir di rumah," terang Malignaggi, seperti dikutip Boxingscane, kemarin. ***
BERITA TERKAIT: