Kemenangan Garcia Pensiunkan Karir Malignaggi

Tinju Welter Junior WBC/WBA Super

Senin, 03 Agustus 2015, 09:43 WIB
Kemenangan Garcia Pensiunkan Karir Malignaggi
Danny Garcia/net
rmol news logo Petinju Amerika Serikat Danny Garcia mengawali debutnya di kelas Welter dengan catatan manis. Dia berhasil mengalah­kan rekan senegaranya Paulie Malignaggi lewat kemenangan TKOdi ronde kesembilan di Barclays Center, Brooklyn AS kemarin pagi WIB.

Atas kemenangan itu, Danny berhak atas sabuk juara kelas welter junior WBC/WBA Super. Pertarungan itu sendiri diawali kejadian menarik yang membuat penonton bersorak sorai saat masing-masing petinju memasuki arena pertarungan.

Malignaggi yang lebih dulu masuk ring mengenakan paka­ian serba hitam. Tanpa didamp­ingi pelatih ia berjalan menuju ring. Berbeda dengan lawan­nya, Garcia justru tampil beda. Maklum, saat petinju yang lebih muda tujuh tahun itu keluar ada hal yang aneh, terutama atribut yang dikenakannya.

Ya, topeng menyeramkan den­gan mulut berlumuran darah dikenakan Garcia saat akan menuju ke atas ring. Sontak, kejadian ini membuat ribuan penonton yang memadati Barclays Center bergemuruh.

Darah misterius di balik topeng Garcia pun sepertinya menandi dia bakal membuat Malignaggi kehabisan darah selama menjalani pertarungan.

Ini dibuktikan Garcia yang tampil dominan sejak ronde per­tama dimulai. Garcia berhasil melepaskan jab keras yang mem­buat Malignaggi sempoyongan di ronde ketiga.

Pukulan keras Garcia yang mengarah ke wajah sebelah kanan Malignaggi membuat dirinya berada di atas angin. Pasalnya, pasca terkena pukulan tersebut pelipis Malignaggi robek dan darah mengalir deras.

Kondisi ini dimanfaatkan Garcia untuk terus menghu­jani wajah Malignaggi dengan pukulan-pukulan keras. Alhasil, tepat di ronde keenam, pukulan Garcia membuat Malignaggi terpaksa mencium kanvas untuk kali pertama.

Petaka akhirnya datang di ronde kesembilan. Garcia, yang terus mendikte dan leluasa me­lepaskan pukulan berhasil me­nang TKO setelah wasit Arthur Mercante Jr menghentikan per­tarungan ketika Malignaggi terlihat sudah tak berdaya untuk melanjutkan pertarungan.

Meskipun Garcia tidak meng­gambarkan perlawanan sengit menghadapi Malignaggi, na­mun ini bisa dijadikan sebagai pertarungan pemanasan yang ideal bagi Garcia di kelas welter. Disisi lain, petinju kelahiran Philadelphia, Amerika Serikat, 20 Maret 1988 itu berhasil me­nepis anggapan miring tentang keputusannya naik kelas.

Berkat kemenangan ini, Garcia berhasil memperpanjang rekor tak terkalahkannya menjadi 31-0. Sementara itu, pascakekalahan Malignaggi langsung mengkonfir­masi terkait rencananya gantung sarung tinju.

"Saya merasa seperti jika saya tidak datang dengan kinerja yang bagus malam ini (waktu setem­pat), mungkin itu adalah penampi­lan terakhir saya. Jika berakhir di Brooklyn malam ini, setidaknya saya berakhir di rumah," terang Malignaggi, seperti dikutip Boxingscane, kemarin. ***

Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA