"Keduanya tidak ada transparansi," kata anggota Tim Transisi, Zuhairi Misrawi dalam obrolan santai di Jakarta baru-baru ini.
Ia menyatakan sebagai pengelola sepak bola di Indoneisa, PSSI tidak melakukan transparansi yang terkait hak sponsor hingga pendapatan dari hak siar televisi. Sama seperti halnya dengan FIFA yang juga tidak melakukan transparansi terkait hak siar dan penyelenggaraan Piala Dunia.
"Kasus korupsi di FIFA mirip dengan yang terjadi di Indonesia (PSSI). Mulai dari hak sponsor, pendapatan hak siar," katanya lebih lanjut.
Ia menjelaskan, hasil rapat Tim Transisi yang digelar pada Jumat (28/5) pekan lalu , salah satu poinnya memutuskan untuk mencermati dengan serius apa yang sedang terjadi di tubuh FIFA dan menjadikannya sebagai inspirasi untuk menelisik lebih jauh dugaan-dugaan pelanggaran hukum yang dimungkinkan terjadi di tubuh PSSI.
Selain itu, Tim Transisi juga akan menindaklanjuti hasil-hasil temuan Tim Sembilan terkait dugaan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh PSSI.
Seperti diketahui, sejumlah pejabat tinggi FIFA ditangkap oleh otoritas keamanan setempat di Zurich, Swiss, Rabu (28/5) atas perintah FBI.
Sejumlah pejabat tinggi yang ditangkap, termasuk Wakil Presiden FIFA, ditangkap atas sangkaan melakukan tindak pidana suap, pencucian uang, dan pemerasan.
[wid]
BERITA TERKAIT: