Djamhuron Siap Jadi Ketum KONI DKI Baru

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 16 Maret 2015, 11:12 WIB
Djamhuron Siap Jadi Ketum KONI DKI Baru
rmol news logo Djamhuron Wibowo menyatakan kesiapannya untuk dicalonkan sebagai Ketua Umum KONI DKI pada Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) 28 Maret mendatang di Jakarta. Pensiunan Laksamana TNI AL itu yakin berbekal pengalamannya di bidang olah raga.

Seperti diketahui, Musorprovlub ini terpaksa dilakukan menyusul mundurnya Ketua Umum Winny Erwindia karena tersangkut masalah hukum. Musorprovlub KONI DKI ini hanya memilih ketum untuk melanjutkan sisa periode kepengurusan Winny Hassa (2013-2017). Jadi ketum hasil Musorprovlub ini memimpin KONI DKI mulai 2015 hingga 2017.

Djamhuron mengaku terpanggil untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum KONI DKI karena menginginkan olahraga DKI sebagai barometer pembinaan olahraga prestasi di tanah air. Terutama untuk mempertahankan gelar di PON 2016.

"Menjadi Ketua Umum KONI DKI ini sesungguhnya tantangan berat. Bukan hanya memikirkan untuk merebut lagi juara PON melainkan memberikan kontribusi nyata kepada kontingen Indonesia dalam even internasional. Jadi atlet DKI sudah harus orientasi prestasi dunia," kata Ketua Pengprov PSASI DKI ini.

Jika terpilih menjadi ketum KONI DKI, Djamhuron berjanji akan menciptakan organisasi yang bersih, berwibawa, mandiri, profesional dan terbuka. "Tanpa itu jangan bicara prestasi."

Langkah Djamhuron menuju kursi nomor 1 KONI DKI diharapkan bakal mulus mengingat salah satu kandidat lainnya, Judiarto mundur dan memberikan dukungan penuh kepadanya. Dengan demikian, Djamhuron bakal bersaing ketat dengan Raja Sapta Ervian yang kini menjabat Ketua Pengprov Forki DKI.

Sementara itu Ketua IMI DKI Jaya A Judiarto menganggap, persyaratan minimal dukungan 20 suara bagi Balon Ketum KONI DKI Jaya 2015-2017 mengebiri calon lainnya yang akan meramaikan bursa pemilihan itu.

Menurut Judiarto, jika berdasarkan jumlah suara yang sah sebanyak 58 suara saat ini, maka hanya dua Caketum yang berhak mengikuti pemilihan. Kami mencium gelagat, tim penjaringan sudah memberikan dukungan kepada salah satu Balon Ketum. Tentunya dalam hal ini kami sangat kecewa,” kata Judiarto.

Di sisi lain, ia juga menuding adanya praktik ‘money politic’ di ajang itu. Djamhuron dalam waktu dekat akan beraudensi dengan Gubernur DKI Jaya, Basuki Tjahja Purnama (Ahok), untuk menjelaskan duduk persoalan yang ada di tubuh KONI DKI Jaya saat ini.[wid]

Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA