Rapat sendiri membahas sejumlah persiapan mengenai pelaksanaan Asian Games di Indonesia. Mulai dari pembahasan kepanitiaan, pembahasan venue pertandingan, sampai hasil rapat kordinasi dengan pihak Olimpyc Council of Asia (OCA) 27 Januari lalu.
Tapi, saat rapat berlangsung, suasana menjadi tegang saat pihak KOI memaparkan lokasi pertandingan masing-masing cabor yang menurut mereka merupakan rekomendasi dari pihak OCA.
"Kami selama ini tidak pernah dilibatkan dalam proses penetapan lokasi pertandingan, apakah itu di Jakarta atau di Palembang. Kami tetap mengacu pada ketentuan yang telah disepakati antara pihak OCA, KOI, DKI Jakarta dan Sumsel sebelumnya. Jadi, pihak KOI sudah seharusnya berlaku sebagai messanger antara pihak OCA dan host city dalam hal ini Jakarta dan Sumsel," ujar Ahmad Najib, Asisten III Pemprov Sumsel.
Najib tekankan, pihak KOI mestinya lebih bijak dalam penetapan pembagian cabor di masing- masing daerah sesuai dengan kesiapan dan kemampuan. Jangan sampai lokasi pertandingan yang telah direkomendasikan ke pihak OCA tidak disanggupi oleh daerah penyelenggara.
"Dalam penandatanganan penetapan tuan rumah penyelenggara sudah jelas bahwa host city adalah Sumsel dan DKI Jakarta. Jadi kami tetap mengacu pada ketentuan yang telah disepakati. Jadi penetapan lokasi pertandingan seharusnya berdasarkan usulan dari masing-masing daerah penyelenggara duduk bersama KOI membahas dan menyampaikan sesuai kesiapan dan kesanggupan," ketusnya sebagaimana diberitakan
RMOLSumsel.Com.
Ketua Harian KONI Sumsel Musni Wijaya menegaskan, jika pihaknya harus mengikuti hanya mendengarkan pembagian cabor yang sudah di tetap oleh KOI, lebih baik memilih walk out.
"Ini jelas tidak sesuai dengan ketentuan yang sudah disepakati sebelumnya. Apalagi selama ini kami jelas-jelas tidak pernah dilibatkan dalam penetapan pembagian cabor, silahkan saja anda meneruskan rapat dan kami putuskan keluar dari rapat," tegas Musni yang juga didampingi Kadispora Sumsel, Ahmad Yusuf Wibowo.
Sementara itu, Komisi Olympic Solidarity KOI, Anthony Sunaryo, mengatakan, jika dirinya hanya menampung apa yang disampaikan pihak Sumsel.
"Saya tidak bisa memberikan keputusan terkait hal-hal yang disampaikan tersebut, namun semua yang disampaikan akan kami tampung dan disampaikan kepada ketua umum," ujar Antony yang sempat membujuk pihak Sumsel untuk tetap mengikuti rapat.
[sam]
BERITA TERKAIT: