PBMI Boyong Dhanasuk Chootap Hadapi ASIAN GAMES 2018

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 25 November 2014, 19:53 WIB
rmol news logo Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) tidak main-main dalam upaya membangun prestasi cabang muaythai di Indonesia. Itu dibuktikannya dengan telah direkrutnya salah satu pelatih muaythai top dari negeri leluhurnya, Thailand yaitu Dhanasuk Chootap.

Ketua Harian PBMI, Sudirman mengatakan, Dhanasuk Chootap adalah pelatih kepala Tim Nasional Thailand pada SEA Games 2013 lalu. Sudirman mengaku berhasil membujuk Dhanasuk Chootap agar mau menjadi pelatih Indonesia, setelah sebelumnya yang bersangkutan hampir menerima pinangan untuk menjadi pelatih timnas Swiss.

"Dia adalah salah satu pelatih terbaik di Thailand. Itu alasan kenapa kami ngotot mendatangkan dia ke Indonesia. Selain itu ia juga mengaku sangat tertantang ke Indonesia karena ia menilai Thailand dan Indonesia banyak memiliki kesamaan," ujar Sudirman.

Sudirman melanjutkan, kehadiran Dhanasuk Chootap adalah bagian dari PBMI untuk mempersiapkan atlet Indonesia menuju Asian Games 2018. Untuk itu, PBMI akan fight berjuang agar muaythai dipertandingkan pada Asian Games 2018.

"Dia sangat optimis dengan muaythai Indonesia setelah melihat dan mempelajari muaythai di Indonesia. Nantinya dari hasil Liga Muaythai Nasional yang akan kami gelar dalam empat seri ini, Dhanasuk akan memilih paling sedikit enam atlet dan paling banyak 12 atlet yang akan ia bina langsung," terang Sudirman.

Nantinya, lanjut Sudirman, para atlet itu akan dibawa berlatih di Thailand karena di sana banyak kejuaraan-kejuaraan bergengsi.

"Dhanasuk sangat yakin saat kembali ke Indonesia dua atau tiga tahun lagi, para atlet binaanny akan sulit dikalahkan. Bahkan ia memberikan garansi kalau program itu berjalan, Indonesia bakal menyumbangkan medali emas di Asian Games 2018 nanti," terang Sudirman.

Tidak hanya membina dan melatih, kehadiran Dhanasuk Chootap juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan para pelatih muaythai di Indonesia. Dan itu telah dilakukan PBMI dengan menggelar coaching clinic dan penataran.

"Saat Dhanasuk baru datang empat bulan lalu, saya langsung surati Pengurus Provinsi (Pengprov) tentang kegiatan coaching clinic. Jadi setiap kami melantik Pengprov, kami selalu menggelar coaching clinic di daerah-daerah. Selain itu, kami juga terus melakukan roadshow untuk disertai penataran pelatih, wasit, dan juga petugas IT," pungkas Sudirman.[wid]

Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA