Petenis berjuluk Djoker ini menyamakan rekor Ivan Lendl (1985-87) yang menyandang gelar turnamen ini tiga kali beruntun. Tapi kali sangat spesial, karena diperoleh tanpa keringat.
Gelar itu diperoleh setelah Roger Federer yang semestinya menjadi lawannya di final di O2 Arena, London, Minggu lalu memutuskan mundur karena cidera punggung. Makanya Djoker tidak begitu
happy. Saya menysesalkan apa yang terjadi pada Roger. Saya juga minta maaf pada penonton. Ini pertandingan yang ditunggu-tunggu dan pasti menarik disaksikan,†katanya di
BBC.
Penyesalan serupa diungkapkan Federer. Petenis nomor dua dunia ini terpaksa batal berjuang mengincar gelar ketujuhnya.
Saya minta maaf karena tidak dapat bertanding dengan cedera punggung dalam level laga setinggi ini,†ucapnya.
Meski demikian keputusan petenis asal Swiss ini mendapatkan apresiasi dari para fansnya yang telah merogoh kocek hingga ribuan Poundsterling untuk mendapatkan tiket final idaman.
Cidera punggung Federer dialami setelah melawan rekan senegaranya Stanislas Wawrinka pada laga menegangkan di semi final selama 2 jam 48 menit. ***
BERITA TERKAIT: