Pasalnya, lima sponsor besar yakni Sony, Adidas, Coca-Cola, Visa, dan Hyundai/Kia menuntut FIFA melakukan investigasi atas persoalan tender dan dugaan korupsi dalam hal tersebut.
Qatar diketahui terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 pada Desember 2010 lalu, mengalahkan pesaingnya yakni Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
Wakil presiden FIFA, seperti dikutip
BBC (Senin, 9/6), Jim Boyce sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa dirinya akan mendukung pemungutan suara ulang untuk penentuan tuan rumah Piala Dunia 2022 bila dugaan kecurangan dan korupsi terbukti.
Salah satu sponsor, yakni perusahaan pakaian olahraga asal Jerman Adidas menyebut bahwa isu negatif yang muncul di FIFA berdampak buruk pada mitra-mitranya. Adidas sendiri memiliki kontrak panjang dengan FIFA hingga tahun 2030 mendatang.
Diketahui dugaan korupsi dan penyimpangan mengenai pemilihan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 mencuat terutama setelah surat kabar The Sunday Times menyebut mantan wakil presiden FIFA Qatar, Mohamed bin Hammam, membayar £ 3 juta kepada pejabat sepak bola di seluruh dunia untuk membantu memenangkan dukungan bagi Qatar pada pemilihan tahun 2010 lalu.
[mel]
BERITA TERKAIT: