Sebelumnya banyak upaya selalu saja gagal walau sudah digagas oleh perwakilan kedua klub. Bahkan, hingga melibatkan pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkot Bandung, dan Kepolisian dua daerah. Perjanjian damai itu menjadi kunci diizinkannya pertandingan kedua klub digelar di Bandung.
"Perdamaian antara dua suporter besar di Indonesia yakni Viking Bandung dan The Jakmania hampir 80 persen persiapannya. Saya juga telah berkoordinasi dengan Kapolda Metro dan direspons dengan baik. Pihak The Jack dan Viking pun menyatakan siap," ujar Kapolda di Markas Polda Jabar, Bandung, Jumat (7/3).
Bukan hanya itu, Kapolda juga menjelaskan bahwa seluruh Kapolres di kabupaten dan kota Jabar telah mengundang "bobotoh" dan mengajak mereka berdiskusi agar lebih bersikap dewasa dan tidak anarkis jika ada suporter lain datang ke Jabar.
Tentang rumor yang menyebut perdamaian dua kelompok suporter itu terlalu dipaksakan, Kapolda Mochammad Iriawan menanggapinya santai. Ia meminta semua pihak mau menghargai upaya yang dilakukan Polda Jabar.
"Mari kita buka lembaran baru dan menutup lembaran yang lama bagi Persib dan Persija," ungkap Iriawan
Sampai saat ini, Iriawan belum bisa memastikan kapan perjanjian damai tersebut akan dilaksanakan. Namun, yang pasti seluruh "bobotoh" menginginkan hal tersebut terealisasi.
"Apabila masih terjadi tindakan anarkis oleh pihak bobotoh di seluruh Jawa Barat atau siapapun juga, saya tidak segan-segan menolak mengizinkan Persija melakukan pertandingan dengan Persib di wilayah Jawa Barat," tegas Irjen Mochammad Iriawan.
[ald]
BERITA TERKAIT: