Di laga itu, Si Raja Tanah Liat itu berubah menjadi raja tega dengan tidak memberi ampun peringkat ke 64 dunia asal Spanyol itu sampai kedudukan akhir 6-1 6-2. Montanes berusaha menguatkan pertahanan, namun terlalu mudah bagi Nadal meruntuhkannya.
Pukulan pembuka Rafa, sapaan akrab Nadal ke arah service line lawan tak mampu dibalas Montanes sehingga membuat Nadal meraih angka terlalu cepat 1-0 di set awal.
Saat mereka melakukan jual beli serangan, Montanes harus kebobolan sampai 3-0. Usaha Monatanes mengejar sepertinya sudah sia-sia, dia berhasil meraih angka ketika Nadal tinggal selangkah lagi menutup set pertama. Benar saja, Montanes membiarkan lemparan bola melewati raketnya sehingga Nadal memimpin 6-1.
Insting Nadal menyingkirkan lawannya tampak makin jelas. Dua angka berhasil diraih Nadal di menit pertama set kedua. Nadal sempat membuka peluang lawannya meraih angka.
Kesempatan itu rupanya dimanfaatkan Montanes, dia bergerak cepat meraih 15 poin menjadikan kedudukan 3-2. Namun itu hanya berjalan sementara. Nadal langsung merebutnya dengan mengubah kedudukan 5-2 sehingga menghapus kembali niat Montanes untuk mengejar angka. Konsentrasi Montanes mulai buyar saat bola mentah Nadal yang sebetulnya mudah ditahan harus lolos dengan mudah, otomatis Nadal sukses menutup skor 6-2.
Sebagai Raja Tanah Liat, Nadal tak diragukan kehebatannya menguasai lapangan. Dia tidak memberikan kesempatan bagi teman sekampungnya itu meraih angka.
“Permainan ini hampir sulit, tapi pada akhirnya poin selalu datang kepada saya. Saya merasa lebih santai ketika menyadari kemenangan sudah dekat,†kata Nadal sangat ceria saat konferensi pers di
ATP Rio de Janeiro Open 2014.
Bagi Nadal, kemenangan ini merupakan yang ke-671 dari tur tenis dunia yang telah digeluti selama delapan tahun terakhir. “Saya sudah lama tidak bermain di lapangan tanah liat, sekarang saya harus meningkatkan permainan sedikit demi sedikit karena sakit punggung masih mengganggu.â€
Cedera punggung petenis asal Spanyol itu dialami pada final Grand Slam dan sempat beristirahat selama dua minggu. Keputusannya tetap bermain walau belum sembuh total sempat menjadi kejutan, terutama warga Brazil. Di perempat final, Nadal akan menghadapi petenis Portugal, Joao Sousa.
Sousa berhak menjadi lawan Nadal usai menundukkan Albert Ramos berhasil dengan 7/6 ( 8-6 ) , 2/6 dan 6/3. Meski menang, petenis asal Portugal itu mengaku sempat kewalahan menghadapi Ramos.
Meskipun masih dihantui cedera pada ajang ini Nadal sang petenis nomor satu dunia akan menunjukkan dirinya masih lapar akan gelar. ***
BERITA TERKAIT: