Kedua medali perunggu itu diÂraih dari nomor double regu puÂtra dan double regu putri. DoubÂle regu putra hanya meraih meÂdali peÂrunggu setelah ditekuk tim MyanÂmar dengan skor 1-2. SeÂmentara double grup putri kalah dari tim VietÂnam dengan skor 0-2.
“Kekuatan kami sebenarnya saÂma dengan Myanmar, tapi meÂreÂÂka menang karena faktor tuan ruÂmah,†kata Saiful Rijal, salah seÂorang pemain sepak takraw, keÂmarin.
Pemain lain, Abrian Sihab, mengatakan suhu dingin di daÂlam ruangan membuat para peÂmain Indonesia tak bisa bermain maksimal. “Kami sudah minta agar suhunya dinaikkan, tapi meÂreka cuek saja,†katanya.
Hasil tak maksimal yang diÂraih cabang olahraga sepak taÂkraw ini, menurut Abrian, antara lain karena persiapan dan perÂalatan kuÂrang opÂtimal. “TiÂga hari sebelum berangÂkat baru dapat sepatu,†katanya.
Total Indonesia meraih dua perak empat perunggu dari caÂbang sepak takraw di SEA GaÂmes. PerÂolehan itu tentu sangat ironis.
Pasalnya sebelum keberangÂkatan Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) menargetkan medali emas SEA Games. Pada SEA Games 2011 di Indonesia, tim nasional sepak takraw meÂraih satu emas dan dua perak.
Menurut pelatih Abdul Gani, timnas sepak takraw sudah meÂlakukan persiapan sejak April laÂlu. Menjelang bulan Ramadan, InÂdonesia menjuarai turnamen seÂgitiga di Batam yang juga diÂikuti Malaysia dan Singapura.
Thailand menjadi juara umum cabang ini dengan perolehan enam emas. Disusul tuan rumah MyanÂmar dengan empat emas, dua peÂrak, dua perunggu. ***
BERITA TERKAIT: