Pasalnya, Indonesia bukan hanya gagal mempertahankan geÂlar juara umum, tapi juga terÂlemÂpar dari peringkat tiga besar seÂperti yang ditargetkan pemerintah.
Indonesia menutup SEA GaÂmes tahun ini dengan menempati peringkat keempat dengan meÂngoleksi 65 medali emas, 84 peÂrak, dan 111 perunggu. Raihan itu sudah termasuk dua medali peÂrunggu tambahan dari cabang sepak takraw, kemarin pagi.
Total raihan medali Indonesia itu bahkan terbilang mengeÂnasÂkan lantaran terpaut jauh dari ThaiÂland yang menjadi juara umum Sea Games kali ini. NeÂgeri Gajah Putih itu mengoleksi 107 emas 94 perak dan 81 peÂrungÂgu. Dengan demikian, itu artiÂnya Thailand sudah 13 kali menjuarai multievent olahraga tersebut bila dihitung sejak era South East Asian Peninsula (SEÂAP Games).
Kegagalan Indonesia di SEA Games kali ini semakin lengkap deÂngan kegagalan sejumlah caÂbang memenuhi target meraih meÂdali emas. Diantaranya, karaÂte yang menargetkan tujuh meÂdali emas, harus puas dengan haÂnya dua medali emas. TaekwonÂdo leÂbih ironis lagi karena gagal meÂmetik satu pun medali emas. DeÂmikian juga renang yang haÂnya meraih lima dari target enam emas.
Hingga penutupan SEA GaÂmes, tercatat hanya empat cabor Indonesia mampu menjadi juara umum, yaitu balap sepeda, daÂyung, pencak silat, dan badminÂton. Catur menjadi cabor yang paling impresif karena jauh meÂleÂbihi target yang ditetapkan dari dua emas, catur mendapatkan liÂma medali emas.
Koordinator Cabang Olahraga Terukur Satuan Pelaksana ProÂgram Indonesia Emas (Satlak PriÂma), Hadi Wihardja berpenÂdaÂpat, melesetnya perolehan meÂdali kali ini dikarenakan miÂnimÂnya dukungan pemerintah pada saat persiapan.
“Seperti peralatan dan uang saku yang sering terlambat. TenÂtu saja, secara tidak langsung hal itu menganggu aspek psikologis dari atlet yang akan berlaga di ajang SEA Games. Ibarat kata, seÂperti pekerja yang bekerja diÂbayar lelet. Jadi mana mungkin meÂreka bisa optimal?†kata beÂkas lifter nasional itu saat tiba di Jakarta, tadi malam.
Sejumlah pengurus cabang olahraga pun mengutarakan hal serupa. Intinya mereka menuntut perhatian lebih dari pemerintah bila memang pemerintah meÂnunÂÂÂtut hasil yang maksimal dari cabor tersebut di ajang multiÂevent olahraga internasional.
“Ke depan seharusnya tidak boÂleh seperti ini lagi, apa lagi di 2014 kita akan menghadapi AsiÂan Games yang tentu lebih berat dibandingkan SEA Games MyanÂmar,†kata Hadi menambahkan.
Ketua kontingen Indonesia (Chief de Mission/CDM), AsliÂzar Tanjung mengungkapkan, pada awalnya pihaknya memang memÂpunyai ukuran-ukuran soal raihan medali Indonesia. Dari haÂsil ‘peÂnerawangan’ tersebut diÂdapatÂkan data bahwa untuk bisa mendaÂpatkan gelar juara umum kembali, setidaknya Indonesia harus bisa meraih 120 medali emas.
“Tapi dari 460 medali emas kan memang kita tidak ikut satu caÂbang olahraga yang punya banyak medali seperti chinlone. Itu sudah membuat kita kehilaÂngan banyak medali, belum dari beberapa cabor yang tidak diperÂtandingkan,†kata purnawirawan jenderal bintang dua TNI-AD itu. ***
BERITA TERKAIT: