Sebelumnya, Direktur Operasi Lotus, Alan Permane melalui radio memberikan team order kepada Kimi agar menyerahkan posisi ketiga kepada rekan setimnya, Romain Grosjean jelang balapan berakhir.
Mendengar ucapan itu sontak Raikkonen tidak terima. Wajar saja, sebab Permane mengucapkan nada yang keras dan berteriak.
Tak hanya itu, bahasa yang kasar pun terlontar kepada Kimi. Setelah berita ini memanas, Boullier baru tersadar kalau perbuatannya itu sangat tidak pantas.
“Grosjean dua detik lebih cepat dari Kimi pada saat itu, sehingga tidak bisa disebut sebuah team order. Dengan membiarkan Raikkonen melewati Grosjean, kami membuat sebuah pilihan yang tepat, mengingat Massa bisa saja mencuri podium kami,†kata Boullier dikutip
Crash, kemarin.
Boullier berdalih, saat itu dia merasa tegang sehingga spontan berkata dengan teriakan. “Seharusnya, pesan lewat radio ini bisa terkirim dengan mengurangi rasa amarah.â€
Boullier berjanji, ucapan seperti itu tak akan diulanginya lagi. “Saya tahu ada beberapa orang yang terkejut. Saya minta maaf atas nama tim, dan berjanji tidak akan terulang.†[Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: