Indra (29) dan anaknya, Vincent (1,5) harus kehilangan nyawa karena terlalu banyak menghirup asap kebakaran. Dugaan sementara, kebakaran dipicu hubungan arus pendek.
Kapolsek Tamansari, Kompol Adi Vivid mengatakan, saat kejadian di rumah berlantai dua semi permanen tersebut, selain kedua korban tersebut dan Edi sendirti, juga terdapat istri Indra, Yeni (24) serta mertuanya, Uun (60). Kesemuanya sedang tidur pulas ketika api telah membakar bagian depan rumah Edi tersebut.
Ketua RT setempat dibantu warga lalu berusaha memadamkan api dengan menggunakan tiga alat pemadam api ringan (APAR). Sekitar pukul 5.30 WIB, api pun padam namun kelima penghuni rumah tak kunjung keluar hingga warga bersama petugas kepolisian dan Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Barat mendobrak pintu dan mendapati kelimanya sudah dalam kondisi pingsan.
Diduga mereka terlalu banyak menghirup asap, dan selanjutnya para korban pun langsung di larikan ke RS Tarakan, Jakarta Pusat.
“Saat kejadian kelimanya sempat diberikan pertolongan. Namun, tak lama kemudian Indra meninggal di RS Tarakan. Sedangkan Vincent yang sempat dilarikan ke RS Gatot Subroto juga meninggal. Sedangkan Yeni, Edi dan Uun sampai saat ini masih menjalani perawatan di RS Tarakan,†ujar Adi, Jumat (5/7) seperti diberitakan
Beritajakarta.
Petugas kepolisian sampai saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa para saksi demi memastikan penyebab kebakaran.
[wid]
BACA JUGA: