Bocah Tiga Tahun di Palembang Meninggal Terjebak Kobaran Api

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Selasa, 10 Februari 2026, 05:11 WIB
Bocah Tiga Tahun di Palembang Meninggal Terjebak Kobaran Api
Polisi melakukan olah TKP di lokasi kebakaran di di Jalan Ki Anwar Mangku, Lorong Asli, RT 10 RW 33, Kelurahan Sentosa, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang, Sumatera Selatan. (Foto: RMOLSumsel/Handout)
rmol news logo .Musibah kebakaran rumah yang terjadi di Jalan Ki Anwar Mangku, Lorong Asli, RT 10 RW 33, Kelurahan Sentosa, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang, Sumatera Selatan, menelan satu korban jiwa.

Korban meninggal dunia diketahui berinisial NS (3), yang diduga kehabisan oksigen saat kebakaran terjadi.

Kebakaran yang terjadi pada Senin dini hari, 9 Februari 2026, sekitar pukul 01.30 WIB tersebut juga mengakibatkan pemilik rumah Sugeng (50) dan istrinya, Sanaria (27), mengalami luka bakar serius. Keduanya hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang berbeda.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran pertama kali diketahui oleh saksi M Redo (27), warga sekitar, yang mendengar suara ledakan dari arah rumah korban.

“Saya dengar suara ledakan, setelah keluar rumah api sudah membakar bagian depan rumah Pak Sugeng,” ujar Redo dikutip dari RMOLSumsel.

Melihat kejadian tersebut, Redo bersama warga sekitar berupaya memadamkan kobaran api menggunakan alat seadanya. Selang beberapa waktu, api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke rumah lainnya.

Setelah api padam, saksi dan warga masuk ke dalam rumah dan mendapati Sugeng, Sanaria, serta anak mereka NS berada di lantai dua rumah dalam kondisi mengenaskan.

Ketiganya kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun nahas, nyawa NS tidak tertolong.

Kapolsek SU II Palembang, Kompol Dedy Ardiansyah membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Ia mengatakan dua korban mengalami luka bakar serius, sementara satu korban lainnya meninggal dunia.

“Untuk anaknya, benar meninggal dunia, bukan terbakar, kami menduga karena kehabisan oksigen,” ujar Kompol Dedy.

Kompol Dedy menambahkan, saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

“Rumah tersebut juga digunakan sebagai bengkel. Penyebab kebakaran masih kami selidiki, namun dugaan sementara akibat korsleting listrik,” pungkas Kompol Dedy.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA