Kemenangan itu membuat Confesor mempertajam rekor menjadi 27-2-1, 16 diantaranya menang KO. Sementara Yader Cardoza menjadi 15-5, lima diantaranya menang KO.
Tiga hakim yang memimpin pertandingan memberi kemenangan buat Confesor dengan 116-112, 118-110 dan 116-112. Sepanjang pertandingan, Hernandez sangat dominan, kendati beberapakali pukulan balasan Cardoza juga begitu merepotkan.
Salah satunya mengenai mata Hernandez. Tak heran seusai bel ronde terakhir berdentang Hernandez tampil dengan mata kiri tertutup.
Hasil ini memuaskan harapan Hernandez untuk mempertahankan gelar. El Confesor itu menuturkan bahwa dirinya banyak belajar dari pertarungan terakhirnya yang juga berjalan sangat berat.
Dia menang angka mutlak atas atas Dirceu Cabarca dari Panama 12 Januari lalu. “Pertarungan terakhir saya merupakan pertarungan yang rumit, dan merupakan pengalaman belajar yang besar. Saya ekstra termotivasi untuk kembali bertarung dengan fans di kampung halaman saya,†katanya.
“Seusai melawan Dirceu saya telah membuat persiapan yang strategis dan fisik yang sangat baik untuk laga ini. Pertarungan ini tidak hanya untuk saya, tapi untuk keluarga saya, untuk Toluca dan Meksiko,†ujar Hernandez di
Fightnews.Duel lainnya, Petinju kelas berat keturunan Bosnia, Alexander Petkovic, mampu mencetak kemenangan di pertarungan ulang melawan veteran kelas berat Jerman, Timo Hoffmann, di Karlsruhe, Jerman. Petkovic pun berhasil mempertahankan gelar juara kelas berat Global Boxing Union.
Bekas penantang gelar dunia kelas penjelajah WBO, tersebut, mendapatkan kemenangan angka mutlak dalam duel yang berjalan selama 12 ronde itu. Tiga hakim memberikan skor 116- 112, 118-110, 118-111 untuk kemenangan Petkovic.
Dari hasil tersebut, Petkovic memiliki catatan 47 kali menang (25KO), empat kali kalah, dan empat kali imbang dalam karir profesionalnya. Sedangkan, Hoffmann, yang memiliki julukan DeutscheEiche, menorehkan 40 kemenangan (23KO), sembilan kali kalah, dan dua kali imbang. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: